JawaPos.com – Partai Amanat Nasional (PAN) yakin Partai Demokrat tak main ‘dua kaki’ terkait dukungan di Pilpres 2019. Itu disampaikan menyusul sejumlah kader Partai Demokrat yang belakangan mendeklarasikan diri mendukung Jokowi-Ma’ruf.




Menanggapi hal itu, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN Yandri Susanto mengatakan, pihaknya yakin partai berlambang bintang mercy itu serius memenangkan pasangan Prabowo-Sandiaga. “Jadi, kalau ada tudingan Demokrat setengah-setengah memenangkan Prabowo, saya kira itu fitnah,” katanya di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (13/9).





Anggota Komisi II DPR ini melihat, Partai Demokrat percaya di bawah kepemimpinan Prabowo-Sandi, Indonesia akan lebih baik. Keyakinan itu lantaran Yandri sering mendampingi ketua umumnya, Zulkifli Hasan (Zulhas), ketika berdiskusi dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).







Yandri menambahkan, ada kesamaan visi dan misi dari Zulhas dan SBY. “Beliau memang berharap memang Prabowo menang. Jadi, ada tudingan main dua kaki itu saya kira keliru,” katanya.




Lebih lanjut dia mengatakan, kalaupun ada kader Demokrat yang berbeda sikap politik dari partainya, itu merupakan hal yang sangat wajar. Hal ini juga dialami partai-partai lain, tak hanya Demokrat.




Contohnya Partai Golkar, sebut Yandri. Pada Pilpres 2014 lalu, partai berlambang pohon beringin itu mendukung Prabowo-Hatta Rajasa.




Akan tetapi, ada beberapa kader yang tidak sepakat dengan keputusan partai dan memilih mendukung Jokowi-Jusuf Kalla. Contoh lain yakni Kwik Kian Gie.




Yandri menuturkan, politikus senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu justru mendukung Prabowo-Sandi. Berbeda dari sikap politik partainya yang menjadi pengusung utama Jokowi-Ma’ruf.




“Jadi, kalau masalah main dua kaki ini sudah fenomena yang biasa di beberapa kali Pilpres,” ungkapnya.




Sekadar informasi, saat ini sudah ada lima kader Partai Demokrat yang menyatakan mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin. Mereka adalah mantan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, Gubernur Papus Lukas Enembe, Gubernur Banten Wahidin Halim, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang, dan Ruhut Sitompul.








(gwn/JPC)