Radar Malang Logo

 Belajar Menaklukkan Cobble
BERITA TERKAIT

JawaPos.com - Rombongan Jawa Pos Cycling baru kembali dari Belgia untuk merasakan rute berbatu (cobbles) yang biasanya dilintasi ajang Tour of Flanders. Ternyata gampang-gampang sulit, atau sulit-sulit gampang…

Penggemar balap sepeda dunia mungkin sudah familier dengan Paris-Roubaix dan Tour of Flanders, dua lomba yang berlangsung di kawasan perbatasan Prancis dan Belgia. Keduanya adalah one-day race yang sangat bergengsi dan sangat menantang. Sebab, pembalap kelas dunia harus melewati jalanan berbatu atau yang kondang dengan sebutan ”cobble”.

Semula banyak yang mengira jalanan cobble itu mirip dengan jalan batu paving yang banyak dipakai di kompleks perumahan di Indonesia. Ternyata sama sekali tidak sama! Batu-batunya tidak tersusun rapi dan sambungannya tidak dibuat serata atau semulus mungkin. Benar-benar jalan kuno.

Bahwa jalanan seperti itu dipakai sebagai rute balap road bike memang ide gila sekaligus brilian. Road bike melaju di rute Paris-Roubaix atau Tour of Flanders itu seperti mobil Formula 1 melewati lintasan reli.

Sepeda balap yang keras dan kaku tidak dirancang untuk meredam kejut. Jadi, ketika melewati cobble, segalanya jadi terguncang. Khususnya badan pengendara. Tidak sekadar bergetar, tapi juga benar-benar terguncang!

Di jalanan cobble datar, sepeda harus melaju secepat mungkin dan cyclist-nya harus memutar kaki aktif serta menahan kecepatan itu sampai jalanan batu berakhir. Dengan cara itu, sepeda jadi ”terbang” di atas bebatuan, mengurangi kesan guncangan.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar