Radar Malang Logo

 Impor Keok, Tapi Kok, Belanja Perhiasan Luar Negeri Meningkat
BERITA TERKAIT

JawaPos.com JAKARTA -  Pasar impor Indonesia setali tiga uang dengan ekspor Indonesia. Mengalami kelesuan akibat melemahnya daya beli masyarakat Indonesia.

Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) nilai impor di periode  Juli 2015, turun sebesar 22,36 persen dibanding Juni 2015 (month to month) atau hanya mencapai USD 10,08 miliar.  Demikian pula apabila dibanding Juli 2014 (year on year) turun 28,44 persen.

Impor tertinggi masih dari sektor Impor nonmigas. Periode  Juli 2015 mencapai USD 7,78 miliar atau turun 25,18 persen dibanding Juni 2015, Kalau dibanding Juli 2014 turun 21,46 persen

“Sementara Impor migas Juli 2015 mencapai USD 2,29 miliar atau turun 10,99 persen dibanding Juni 2015, demikian juga jika dibanding Juli 2014 turun 45,02 persen,” kata Kepala BPS Suryamin melalui rilis resmi BPS, Jakarta, Selasa (18/8)

Untuk kumulatif, BPS mencatat nilai impor  dari Januari–Juli 2015 melorot sebesar  19,23 persen atau hanya USD 84,03 miliar dibanding periode yang sama tahun 2014. Kumulatif nilai impor terdiri dari impor migas USD 15,39 miliar (turun 40,73 persen) dan nonmigas USD 68,63 miliar (turun 12,08 persen).

BPS juga mencatat nilai impor golongan barang konsumsi, bahan baku/penolong, dan barang modal selama Januari –Juli 2015 jeblok dibanding periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing sebesar 14,10 persen; 20,45 persen; dan 15,66 persen.

Yang menarik, ternyata kontribusi terjadinya capital out flow disebabkan permintaan produk impor nonmigas terbesar perhiasan/permata sebesar USD 0,20 miliar atau 3.298,36 persen, sedangkan penurunan  akibat  permintaan barang modal  berupa mesin dan peralatan mekanik sebesar USD 0,47 miliar (23,61 persen).(ham/JPG)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar