Radar Malang Logo

Berantas Pungutan Liar, Bupati Malang Lantik 52 Tim Satgas Saber Pungli

KEPANJEN – Aksi pungutan liar (pungli) bisa terjadi di mana pun. Tak hanya di instansi pemerintah, praktik pungli juga bisa dilakukan oknum-oknum yang tak bertanggung jawab. Oleh karena itu, keterlibatan masyarakat dinilai sangat penting agar tindak merugikan tersebut bisa diberantas.

Penegasan ini dilontarkan Bupati Malang Rendra Kresna saat melantik Unit Satuan Tugas Pemberantasan Pungutan Liar (Saber Pungli) Kabupaten Malang, kemarin (25/1). ”Masyarakat juga berperan penting untuk pengawasan pungli,” terang Rendra di Pendapa Kabupaten Malang. Keterlibatan masyarakat bisa dilakukan dengan melaporkan tindakan pungli ke Tim Saber Pungli yang sudah dibentuk.

Menurut Rendra, masyarakat bisa memberikan informasi dan bukti awal adanya pungli. Di mana pun kejadian tersebut dan berapa pun besaran pungli yang diminta oknum, harus dilaporkan ”Sekarang masyarakat juga bisa menulis surat elektronik ke website resmi pemerintah kabupaten (pemkab),” terang Rendra.

Sementara itu, Wakapolres Malang Kompol Decky Hermansyah ditetapkan sebagai ketua Tim Saber Pungli. Dia membawahi 51 orang yang dikukuhkan sebagai anggota berdasarkan Keputusan Bupati Malang Nomor 188.45/697/Kep/35.07.013/2016. Mereka yang masuk di dalamnya berasal dari banyak instansi. ”Anggotanya lintas instansi. Mulai dari jajaran kepolisian, kejaksaan, pengadilan, hingga lingkup Pemkab Malang,” tambah Ketua DPW Nasdem Jawa Timur itu.

Hal serupa juga disampaikan Ketua Pelaksana Unit Saber Pungli Kabupaten Malang Kompol Decky Hermansyah. ”Tidak ada yang harus diwaspadai secara khusus. Semua berpotensi terjadi tindak pungli,” tambah dia. (by/c3/nay) 


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar