Radar Malang Logo

Bupati Rendra Geleng geleng, Lokalisasi di Malang Masih Beroperasi

KABUPATEN – Fenomena masih adanya praktik prostitusi di Kabupaten Malang, seperti yang diungkap Jawa Pos Radar Malang edisi Minggu lalu (8/1), membuat Bupati Malang Rendra Kresna pun geleng-geleng kepala. Dia merasa tidak habis pikir, kenapa praktik terlarang yang sudah ditutup sejak 24 November 2014 lalu itu masih saja beroperasi. Seolah pengelola prostitusi di tujuh lokalisasi tersebut sengaja ngece Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.

 

Tujuh tempat itu adalah Lokalisasi Suko (Sumberpucung), Kali Biru  (Kromengan), dan Embong Miring (Ngantang). Juga Lokalisasi Kebobang (Wonosari), Girun (Gondanglegi), Kalikudu (Pujon), dan Sendangbiru (Sumbermanjing Wetan).

Padahal, pemkab bersama polsek, koramil, serta tokoh-tokoh masyarakat aktif mengawasi. ”Tapi setelah petugas pulang (saat memantau), mereka membuka praktik lagi. Kami terus kucing-kucingan seperti itu,” ungkap Rendra.

Dia mencontohkan Lokalisasi Suko, Sumberpucung, yang berubah nama menjadi tempat karaoke. Padahal, yang dia dengar, praktik di dalamnya tetap saja ada prostitusi.

Sayangnya, setiap kali petugas datang, praktik prostitusi itu tidak ditemukan. ”Kalau karaoke memang tidak dilarang, tapi kalau ada transaksi di dalamnya itu yang susah ditindak ketika petugas datang ke sana,” tambah Ketua DPW Partai Nasdem Jawa Timur tersebut.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar