Radar Malang Logo

Pedagang Korban Kebakaran Pasar Besar Balik Kucing Akhir Januari

MALANG KOTA – Delapan bulan sejak kebakaran Pasar Besar Malang (PBM) pada 26 Mei 2016 lalu, sejumlah kios yang dilalap api hingga kini masih merana. Terutama kios di lantai satu, hingga  Jumat ini (27/1) banyak yang belum dibenahi. Kondisinya juga mengenaskan, bekas kebakaran membuat temboknya menghitam dan sebagian rusak. Meski demikian, ada juga pedagang yang telah menempatinya karena sudah memperbaiki kios secara mandiri.

Namun, berbeda dengan kondisi lantai dasar. Saat ini sudah sekitar 90 persen yang sudah ditempati oleh pedagang yang selama sekitar 8 bulan setelah kebakaran berjualan di sisi barat dan timur Pasar Besar. Saat ini mereka sudah banyak yang dikembalikan ke dalam pasar di lantai dasar setelah kios diperbaiki.

Bahkan ditargetkan, para pedagang yang berjualan di luar pasar yang asalnya dari lantai dasar pasar seluruhnya bisa kembali menempati kiosnya (di dalam pasar) pada akhir Januari mendatang.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang Wahyu Setianto menyampaikan, akhir bulan ini, mereka yang berjualan di sisi barat dan timur pasar akan dikembalikan lagi ke dalam pasar. ”Kami sudah lakukan woro-woro lewat petugas supaya mereka (para pedagang) segera masuk,” kata Wahyu, kemarin (26/1). Kepada Jawa Pos Radar Malang Wahyu menjelaskan, pertimbangan pengembalian para pedagang ke dalam pasar sebagai upaya menertibkan pedagang kaki lima (PKL).

”Karena masih ada pedagang asli yang berjualan di luar pasar, makanya kami tidak bisa menertibkan pedagang kaki lima (PKL) liar,” ungkap Wahyu. Mantan kepala dinas perhubungan itu menjelaskan bahwa yang mereka imbau untuk masuk adalah pedagang yang tempat berjualannya sudah siap. ”Tujuan utamanya untuk melihat, yang tidak punya tempat berarti itu adalah PKL,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Pasar Besar Malang Muhammad Munif juga membenarkan bahwa sosialisasi perpindahan para pedagang tersebut memang sudah mulai mereka lakukan sejak awal tahun ini. ”Kami sudah menyampaikan pada koordinator pedagang dan juru pungut retribusi. Jadi, semua pedagang sudah tahu,” kata Munif.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar