Radar Malang Logo

Tahapan Pilrek UIN Molor
BERITA TERKAIT

KOTA MALANG – Proses pemilihan rektor (pilrek) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, ternyata tidak berjalan mulus. Sebab, rapat senat tertutup untuk memberikan pertimbangan kualitatif yang dijadwalkan pada 10–17 Maret 2017 harus diundur. Lantaran, statuta kampus hingga saat ini belum disahkan oleh Menteri Agama. Oleh sebab itu, tiga calon rekor (carek) UIN Maliki Malang 2017–2021, yaitu Prof Dr Mudjia Rahardjo MSi yang sekarang masih menjabat sebagai rektor UIN Maliki Malang; Prof Dr Abdul Haris, guru besar UIN Sunan Ampel Surabaya; dan Prof Dr HM Khusnuridlo MPd, guru besar IAIN Jember; harus menantikan jadwal baru.

Menurut Ketua Senat UIN Maliki Malang Prof Dr H Imam Suprayogo, jadwal proses pilrek diundur karena belum turunnya statuta yang disahkan. ”Kita menunggu statuta disahkan terlebih dahulu, baru bisa melanjutkan pertimbangan kualitatif di jajaran senat universitas,” jelas dia pada Jawa Pos Radar Malang, Jumat(17/3).

Lantas, kapan jadwal penilaiannya? Pria yang juga guru besar Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maliki itu belum memberikan kepastian. Dengan demikian, kemungkinan jadwal pertimbangan penilaian kualitatif akan dilakukan sekitar 18–27 Maret 2017. Itu kemungkinan bersamaan dengan penyiapan pengiriman dokumen ke Kementerian Agama (Kemenag) pusat. Sebab, pada  29–31 Maret 2017, dokumen hasil pertimbangan kualitatif sudah harus diserahkan ke Kemenag pusat. Sementara itu, jadwal pengumuman penetapan carek terpilih adalah 30 April 2017.

Menanggapi masalah ini, carek incumbent Mudjia Rahardjo juga membenarkan bahwa statuta belum disahkan. Dengen begitu, hal ini sedikit menghambat proses pilrek. Jika sudah disahkan, pasti akan berlanjut sesuai jadwal. ”Saat ini, semua masih menunggu statuta baru yang disahkan,” tegasnya.

Terkait adanya jadwal molor, Khusnuridlo mengaku belum mengetahui informasi tersebut. ”Setelah informasi lolos verifikasi data minggu lalu, kini belum ada informasi lanjutan lagi, Mas,” tambahnya.

Pria yang pernah menjabat sebagai rektor STAIN Jember dua priode itu menyatakan, dirinya tidak terlalu memantau informasi langsung pilrek UIN Maliki Malang. ”Kalau ada panggilan ke Malang, saya berangkat ke Malang. Jika tidak dipanggil, berarti tidak lolos. Begitu saja,” imbuhnya enteng.

Demikian juga dengan Haris. Dia mengaku, informasi molornya jadwal pilrek justru didapatkannya dari wartawan koran ini. Dia menyatakan, tidak memantau perkembangan informasi setelah hasil verifikasi berkas beberapa hari lalu. ”Saya baru tahu bahwa hari ini terakhir pemberian pertimbangan kualitatif. Saya pun mengira tidak lolos,” jelas guru besar UIN Sunan Ampel itu. Namun, dia berharap, ada informasi yang terbuka agar para calon dari luar kampus dapat mengetahui perkembangan pilrek UIN Maliki Malang. (kis/c3/lid)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar