Radar Malang Logo

Raih Emas Internasional di Umur 84 Tahun

Pada 25 Februari lalu, Ni’ajah genap berusia 85 tahun. Usianya yang kian menua, ternyata tidak menghalanginya untuk terus menjadi atlet. Kini, dia tercatat sebagai atlet tertua di Kota Malang yang masih aktif. Apa obsesinya sehingga terus berburu prestasi di hari tuanya?   

Suaranya masih terdengar jelas. Penglihatannya juga masih tajam. Sebab, dia tidak menggunakan alat bantu berupa kacamata. Saat Jawa Pos Radar Malang berkunjung ke rumahnya di Jalan Kintamani Nomor 8, Kota Malang, kemarin (19/3), ketika wartawan koran ini baru saja mengetuk, dia dengan cepat membuka pintunya. Itu menandakan kalau pendengarannya masih normal.

Di dalam rumah, dia telah menempatkan berbagai medali di dua kotak. Satu medali tergeletak di bawah dan satu lagi tergantung di dinding. Beragam medali itu merupakan medali yang pernah dia raih selama bergabung dengan Persatuan Atletik Master Seluruh Indonesia (PAMI) Kota Malang sejak 1991. Itu adalah organisasi di bidang olahraga atletik untuk para atlet yang sudah lanjut usia (lansia). Rata-rata, atlet yang bergabung dengan PAMI itu sudah berusia di atas 50 tahun.

Jika ditotal, medali milik Ni’ajah ada 50 buah, mulai dari perunggu, perak, dan emas. Medali-medali tersebut ada yang diperoleh dari kejuaraan tingkat daerah, nasional, dan internasional. ”Tapi, kalau sekarang, saya ikut kejuaraan nasional (kejurnas) saja. Pertandingan yang lainnya sudah tidak saya ikuti karena dimarahi anak saya,” kata pria yang akrab dipanggil Niayah ini. Dia menyatakan, sang anak selalu mengingatkan di usianya yang sudah tua ini agar mengurangi aktivitas.

Jadi, untuk kejuaraan, hanya yang tingkat nasional saja yang dia ikuti. ”Daripada semua kejuaraan saya ikuti, nanti kalau sakit malah merepotkan anak dan teman-teman,” imbuhnya.

Nama Ni’ajah memang sudah banyak mengharumkan Kota Malang di kancah nasional dan internasional. Terbaru, dia meraih medali perak dan emas dari Salatiga Master Athletics Championship (SMAC) 2016. Di event yang diikuti 6 negara, yakni Indonesia, Pakistan, India, Malaysia, Singapura, dan China itu, dia meraih dua medali. Yakni, medali emas untuk kategori jalan cepat 400 meter dan medali perak dari kategori jalan cepat 3.000 meter. Dengan demikian, Niayah meraih medali itu saat berumur 84 tahun.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar