Radar Malang Logo

 Tersapu Angin Lima Menit, 232 Rumah ”Rontok”

KABUPATEN MALANG – Selang 13 hari setelah angin puting beliung ”mengamuk” di Desa Langlang, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, kemarin (20/3), giliran Dusun Blandit, Desa Wonorejo, Singosari, dan Desa Kemantren, Kecamatan Jabung,  jadi korban. Tercatat, ada 232 rumah dari dua desa itu yang ”rontok” akibat sapuan angin yang hanya berlangsung lima menit  saja. Rinciannya, ada 115 rumah di Dusun Blandit dan 77 rumah di Dusun Kutobedah, Desa Kemantren.

 

Pantauan Jawa Pos Radar Malang di Dusun Blandit, ada tiga rumah yang mengalami kerusakan cukup parah. Tembok rumahnya ambrol dan genteng pun nyaris tidak tersisa. Praktis, rumah tersebut sudah tidak bisa ditempati lagi. Sedangkan mayoritas rumah yang jadi korban angin puting beliung itu kondisinya rusak di bagian atap. Genteng berhamburan diterpa angin.

Tak hanya itu, pohon-pohon berukuran besar beserta tanaman di kawasan tersebut juga banyak yang tumbang dan rusak. Di sepanjang jalan dusun tersebut, terlihat genteng-genteng berserakan di jalan. Untungnya, tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hanya ada satu korban luka ringan.

Suyanti, 28, warga yang rumahnya rusak, menjelaskan, saat angin menyapu rumahnya, dia sedang berada di kamar bersama anaknya, Lutfi Hardyansyah, 12. Sebelum angin menyapu rumahnya sekitar pukul 11.30, awan tiba-tiba menjadi gelap. Secepat kilat, angin datang dari arah barat daya. ”Anginnya sampai masuk ke rumah hingga membuat semua genteng ambrol,” katanya sambil menunjukkan keadaan rumahnya yang rusak.

Saat angin puting beliung memasuki rumahnya, Lutfi Hardyansyah, anak Suyanti, kemudian ikut tergulung angin. Tak ayal, Lutfi pun terseret hingga ke depan rumah. ”Padahal, tadi (kemarin) Lutfi sudah pegangan tembok, tapi nggak kuat dan tergulung angin. Anak saya hanya luka ringan di bagian kepala dan sudah ditangani petugas kesehatan,” jelasnya sambil menunjukkan luka-luka di tubuh anaknya.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar