Radar Malang Logo

 Tahwa Mas Agus, Kuliner Hangat Langganan Ashanty

Pulang kerja ingin yang hangat-hangat, Tahwa Mas Agus bisa menjadi pilihan. Kuliner di Jalan Aris Munandar, Kota Malang ini sudah berumur 28 tahun. Ramainya pembeli tiap hari serta umur warung yang sudah panjang, menjadi jaminan kalau Tahwa Mas Agus rasanya maknyus.

 

Tahwa alias tahu kuah adalah makanan asli Tiongkok. Tapi, sekarang, makanan ini sudah akrab di lidah semua orang. Tahwa dibuat dari olahan sari kedelai yang dibekukan, sehingga menghasilkan tahu super lembut. Disajikan dengan kuah jahe panas, membuat kehangatan begitu terasa ketika menyeruput tahwa.

Tahwa Mas Agus merupakan salah satu yang paling populer di Kota Malang. Saban hari, tempat jualannya selalu ramai. Kemarin (23/3) misalnya, sekitar pukul 13.00 ketika jalan Aris Munandar yang berada di belakang Ramayana, Kota Malang lengang, ada satu titik yang ramai dan membetot perhatian.

Ya, itu adalah warung Tahwa Mas Agus yang berada persis di pinggir jalan. Terlihat orang sedang asyik menyeruput tahwa. Ada juga yang menikmati ronde, angsle, serta campuran tahwa dan ronde. Ya, meski namanya Tahwa Mas Agus, tempat ini menjual aneka makanan yang hangat-hangat. Harganya bervariasi, tahwa dibanderol Rp 5 ribu; wedang ronde, Rp 6 ribu; dan tahwa-ronde, Rp 8 ribu. Bagi yang suka kacang tanah, juga dijual dengan harga seribu rupiah.

Tahwa Mas Agus ada sejak 1989 atau 28 tahun lalu. Agus–pemilik warung– menceritakan, dahulu usaha tahwa memang dimulai oleh sang bapak yang sempat menjadi karyawan di salah satu warung tahwa. ”Dulu belajar pada bapak, beliau pernah jadi pegawai warung tahwa yang pemiliknya asli dari Tiongkok. Jadi soal rasa, memang resepnya asli dan hanya pakai bahan alami,” ujar pria yang tinggal di Jalan Bandulan Baru tersebut. Dengan demikian, ayah Agus dulu belajar langsung ke orang Tionghoa.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar