Radar Malang Logo

Warung Sate Lumayan 69 di Jalan MT Haryono, Kota Malang

Warung Sate Lumayan 69 sudah berumur 65 tahun. Eksis hingga kini setidaknya karena dua hal: rasanya yang nikmat dan wasiat sang ibu agar warung ini tetap buka seperti apa pun kondisinya. Potongan daging yang besar jadi favorit.

WARTAWAN: Fisca

ASAP mengepul dari warung yang jaraknya hanya selemparan batu dari pertigaan Jalan MT Haryono, Kota Malang, Senin (3/4) lalu. Asap itu datang dari warung mungil berukuran 4 x 7 meter yang berada di sebelah timur pertigaan.

Warung tersebut bernama Warung Sate Lumayan 69. Nama ”69” diambil dari nomor rumah di Jalan MT Haryono Nomor 69. Khalayak ramai biasa menyebut warung ini, Sate Patung Kambing. Ya, karena di depan warung ada patung kambing. ”Memang sengaja buat patung kambing buat nengeri (penanda, Red). Banyak rekan dari Jember yang ke sini. Jadi, biar nggak kesasar, saya buat patung kambing,” kata pemilik Warung Sate Lumayan 69 Siti Nurjanah.  

Memasuki warung tersebut, tiga meja besar berjejer. Terlihat beberapa pengunjung asyik menyantap sate dan gule kambing olahan Nurjanah. Wartawan koran ini memesan sate kambing campur. Selang sepuluh menit menunggu, sate kambing datang.

Tak berbeda dengan sate lainnya, bumbu kacang menjadi andalan Warung Sate Lumayan 69. Selain itu, potongan bawang merah dihidangkan sebagai pelengkap sajian dan rasa. Saat disantap, potongan daging terasa empuk ketika digigit. Terutama, sewaktu menyantap gajih atau lemak kambing. Rasa lumer dan nikmat mampu menggoyang lidah.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar