Radar Malang Logo

BI Janji Berantas Money Changer Ilegal
BERITA TERKAIT

KOTA MALANG – Kegiatan usaha penukaran valuta asing (KUPVA) atau money changer, mokong. Meski Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) Malang sudah men-deadline pengurusan izin terakhir 7 April lalu, tetapi masih ada saja money changer yang hingga kini belum berizin alias ilegal.

 

Kepala Tim Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah, Layanan, dan Administrasi BI Malang Rini Mustikaningsih menyatakan, dari awal 2017, BI Malang sudah melakukan pendataan KUPVA bukan bank (BB) tidak berizin. Dari total 20 money changer di Malang, hanya 13 yang sudah mengantongi izin. Sisanya, 4 money changer masih dalam proses melengkapi perizinan, sedangkan tiga lainnya belum mengajukan izin.

”Sebagian besar (tidak berizin) ada di wilayah kantong-kantong tenaga kerja Indonesia (TKI) di Kabupaten Malang. Sedangkan, beberapa lainnya ada di pedagang kaki lima Kota Malang,” ujar Rini, Minggu (9/4).

Khusus empat money changer yang masih dalam proses melengkapi berkas perizinan, Rini memberi waktu hingga hari ini (10/4). Jika berkas kelengkapannya tidak diserahkan, dia menganggapnya tidak berizin.

Rini menegaskan, pihaknya akan menertibkan money changer yang tidak berizin. Untuk penertibannya, pihaknya mengacu peraturan BI Nomor 18/20/pbi/2016 tentang KUPVA BB.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar