Radar Malang Logo

Sukun Tonjolkan Miniatur Kapal, Kesatrian Pamer Mi Terbang

KOTA MALANG – Limbah kayu yang biasanya dibuang ternyata bisa diolah menjadi produk kerajinan bernilai tinggi. Misalnya, kacamata berbahan kayu hingga miniatur skala. Itu merupakan salah satu potensi Kelurahan Sukun saat terungkap dalam penjurian Otonomi Award Lurah-Camat 2017 di kantor Kelurahan Sukun, Kamis (13/4).

Decky Mustofa, perajin miniatur skala berbahan kayu itu menyatakan, dia sudah menggeluti pekerjaan tersebut sejak tiga tahun lalu. ”Awalnya dari hobi. Setelah lihat video di YouTube, saya terinspirasi untuk membuat yang lebih bagus,” ujar Mustofa saat tim juri Otonomi Award Lurah-Camat 2017 meninjau produk kerajinan warga yang dipajang di kantor kelurahan.

Mustofa menceritakan, sebelum membuat kacamata berbahan kayu, dia terlebih dulu merangkai miniatur skala (tiruan sesuatu yang skalanya lebih kecil). Mulai dari yang berbentuk kapal, bus, truk, mobil Volkswagen (VW), dan lain-lainnya. Selanjutnya, dia mulai merambah membuat kacamata dari limbah kayu.

Meski baru tiga tahun, karya yang dia hasilkan banyak diminati masyarakat. ”Sebab, pemasarannya sudah hingga ke Lombok dan Jakarta,” kata dia.

Untuk satu kacamata dari kayu, dia membanderol Rp 400 ribu. Sedangkan bahan yang dipakai di antaranya limbah kayu jati, pinus, dan kayu sonokeling.

Dari produknya tersebut, Mustofa ingin meningkatkan perekonomian warga sekitar. Misalnya memberdayakan warga sekitar menjadi pekerjanya sekaligus mengajari mereka memproduksi kerajinan berbahan kayu. ”Saya ingin memberdayakan masyarakat di sini melalui kerajinan kayu,” terangnya.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar