Radar Malang Logo

Sejumlah SMK Swasta Sulit Gandeng Industri

KOTA MALANG – Sejumlah sekolah menengah kejuruan (SMK) swasta di Kota Malang masih kesulitan menggandeng industri. Oleh karena itu, program revitalisasi SMK dianggap masih timpang. Sebab, tidak semua SMK swasta dapat menggandeng banyak dunia industri menjadi partner. Lantaran, sarana dan prasarana penunjang praktik yang dimiliki beberapa SMK swasta dianggap kurang mendukung pengembangan kompetensi siswa.

Problem tersebut disampaikan Ketua Muyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Swasta Kota Malang Jhon Nadha Firmana pada Jawa Pos Radar Malang saat mengikuti Diskusi Kebijakan Revitalisasi Pendidikan Vokasi di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Senin (17/4).

Menurut kepala SMK Prajnaparamita itu, untuk mampu menggandeng dunia industri dengan sekolah, maka bergantung kreativitas sekolah dalam merespons pengembangan industri. Upaya tersebut sudah dilakukan SMK swasta di Kota Malang. ”Kendalanya untuk SMK swasta itu, terletak pada kurangnya sarana dan prasarana,” beber Jhon. Jadi, tak jarang, pihak industri enggan bekerja sama setelah mengetahui bahwa sarana yang digunakan untuk mengembangkan siswa kurang mendukung.

Misalnya, kalau jurusan teknik mesin, mesin-mesin yang digunakan sudah tidak sesuai perkembangan. Atau, jumlah siswanya banyak, tetapi media praktiknya kurang. Menanggapi problem itu, Direktur Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Drs M. Mustagfirin Amin menyatakan, perlu adanya pendampingan terhadap dunia industri. Sebab, banyak industri yang belum paham mengenai cara bekerja sama dengan SMK. ”Sebetulnya, jika 53 juta industri mau bekerja sama dengan SMK, pasti tidak kurang,” jelas dia.

Lewat program Revitalisasi Pendidikan SMK yang digagas dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016, Mustagfirin menyatakan, Kemendikbud sudah memulai untuk bersinkronisasi dengan Kementerian Perindustrian. ”Jadi, tiap satu industri bakal menggandeng 5 SMK yang ada di Indonesia,” kata dia.

Upaya itu ditujukan agar semua SMK dapat berpartner dengan industri dalam mengembangan hard skill yang dimilikinya. ”Industri dalam SMK itu diibaratkan sebuah roh. Jadi, wajib bagi SMK untuk menggandeng industri,” jelas dia.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar