Radar Malang Logo

Lagi, Mafia Pajak Daerah Terbongkar

 

KOTA MALANG – Penangkapan terhadap ZK dan EF, dua makelar pajak yang melarikan uang pembayar pajak sebesar Rp 984 juta pada awal Februari 2017, ternyata tak membuat jera makelar lainnya. Selasa (18/4), tiga makelar pajak kembali diamankan tim gabungan badan pelayanan pajak daerah (BP2D), Polres Malang Kota, dan kejaksaan. Ketiganya berinisial S, NN, dan R. Dari aksi ketiganya, Pemkot Malang dirugikan hampir Rp 1 miliar.

 

Dari data yang dihimpun Jawa Pos Radar Malang, tiga mafia pajak tersebut ”bermain” dengan modus mengurus pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) alias pajak jual beli tanah. Aksi mereka terungkap saat petugas BP2D menerima laporan dari salah satu notaris jika ada blangko BPHTB palsu.

Petugas BP2D pun melakukan penelusuran hingga akhirnya berhasil membongkar modusnya. ”Ada pemalsuan tanda tangan staf BP2D dan ada penyalahgunaan blangko notaris oleh makelar pajak juga,” ujar sumber di internal BP2D kemarin.

Menurut dia, ada tiga kasus BPHTB yang tengah ditangani. Dan kerugian negara dalam setiap kasus ini mencapai ratusan juta rupiah. ”Tim penyidik juga berupaya menelusuri kemungkinan adanya keterlibatan pihak-pihak orang dalam (staf BP2D, Red),” ujarnya tanpa mengungkap siapa yang dimaksud pihak dalam tersebut.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar