Radar Malang Logo

Muhammad Rofif Amrullah, Mahasiswa yang Sukses Kelola Kafe dan Juara Wirausaha Mandiri Nasional

Muhammad Rofif Amrullah termasuk mahasiswa yang luar biasa. Sebab, selain rajin kuliah, dia sukses membuka kafe dan menjuarai kompetisi wirausaha muda nasional. Bagaimana perjuangannya?

WARTAWAN: ASHAQ LUPITO SUASANA

Suasana kafe Gedhang Ganteng di Jalan Mayjen Panjaitan 172, Kota Malang, cukup nyaman saat Jawa Pos Radar Malang berkunjung, Selasa (4/4) pekan lalu. Ruangan yang dilengkapi dengan air conditioner (AC) ini, terasa sejuk. Dekorasi ruangan itu didominasi warna kuning dan biru, serta dihiasi sejumlah gambar pisang

Setelah menunggu sejenak, sosok Muhammad Rofif Amrullah, pemilik kafe Gedhang Ganteng, menyapa wartawan koran ini dengan ramah. Obrolan ringan pun berlangsung ga yeng. Hingga kemudian, dia bercerita soal pengalamannya mendirikan kafe. Pemuda kelahiran Kediri 29 Januari 1994 tersebut mengungkapkan, pada 24 Februari 2015, dia merintis kafe Gedhang Ganteng. Dengan modal dari tabungannya yang men capai Rp 40 juta dan ditam bahi orang tuanya, dia nekat menyewa lapak di daerah Jalan Mayjen Panjaitan.

Lapak ber ukuran 6 x 3 meter ini digunakan untuk merintis usahanya yang diberi nama Gedhang Ganteng. Dia mengajak 4 temannya untuk berkolaborasi. Tetapi, semua biaya dari dia. Saat itu, dia menyediakan es krim berbahan dasar pisang, minuman cokelat pisang, pisang bakar, permen karet pisang, nasi ayam, dan berbagai menu lainnya. Soal nama Gedhang Ganteng, dia menyatakan, ide ini muncul karena dia merasa miris dengan banyak pengusaha yang mulai meninggalkan pisang. Bahkan, dia pernah menemukan di beberapa daerah, buah pisang banyak yang dibuang. Selain itu, banyak pengusaha keripik pisang yang mulai meninggalkan usahanya lantaran dia merasa buah ini kurang diminati. ”Namun, saya juga heran ada keripik pisang asal Thailand yang harganya sangat mahal dan dijual di salah satu pusat belanja di Malang,” ujar mahasiswa semester 8 jurusan administrasi bisnis Politeknik Negeri Malang (Polinema) tersebut.

Dari hal itu, dia mulai menyimpulkan bahwa sebenarnya pisang masih diminati masyarakat. Sehingga, tinggal bagaimana caranya agar buah pisang bisa diolah menjadi beraneka ragam produk yang semakin diminati. ”Sebenarnya bukan karena pisangnya, Mas, tapi petani yang tidak mau menanam buah pisang ini dengan baik,” kata putra pasangan Alfan Zuhairi dan Nurul Hidayati tersebut.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar