Radar Malang Logo

Harga Tiket Naik saat Big Match Saja

MALANG KOTA – Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan Arema FC mempunyai pengalaman tidak menyenangkan tahun lalu. Mereka harus membayar denda Rp 385 juta karena suporter me nyalakan fl are dan melantunkan nyanyian rasis. Oleh karena itulah, panpel berharap, hal tersebut tidak lagi terjadi di Liga 1 tahun ini.

Rabu  (19/4), panpel menggelar rapat dengan perwakilan Artemania di kantor Arema FC, Jalan Kartanegara, Kota Malang. Selain flare dan rasis, kenaikan harga tiket untuk laga big match di Liga satu dibahas. ”Jangan sampai flare dan nyanyian rasis terulang di Liga 1, karena bisa merugikan tim,” kata Ketua Panpel Arema FC Abdul Haris. Dia menambahkan, pada Piala Presiden 2017 lalu, suporter yang menyalakan flare sudah diamankan. Tetapi, pihaknya kesulitan memberikan saksi dan hukuman apa yang tepat untuk para pelanggar. Sehingga, tidak efektif kalau menangkap suporter yang menyalakan flare. ”Kami mohon kerja samanya agar tidak membawa flare ke stadion,” sambung dia.

Sementara itu, menurut Haris, pada Liga 1 tahun ini, ada kenaikan harga tiket Rp 5 ribu dalam pertandingan big match. Untuk tiket ekonomi yang biasanya Rp 35 ribu, naik menjadi Rp 40 ribu. Kebijakan itu berbeda dari tahun lalu, yakni harga tiket tetap Rp 35 ribu meski laga big match. Haris mengungkapkan, untuk tiket VIP dan VVIP, harganya tetap Rp 100 ribu dan Rp 150 ribu. ”Untuk enam laga home big match, harga tiket Rp 40 ribu, sisanya tetap Rp 35 ribu,” ujar dia.

Enam laga big match yang dimaksud adalah melawan tim dengan tradisi baik di Indonesia yakni Persija, PSM Makassar, Persipura, Sriwijaya FC, dan Persib Bandung. Dalam rapat kemarin, sempat berlangsung ketegangan antara manajemen Arema FC dan Aremania. Sebab, sebelumnya, manajemen Arema mematok harga tiket kelas ekonomi untuk semua pertandingan Rp 40 ribu. Aremania me nolak usulan ini dan meminta harga tiket naik saat laga besar saja.

Haris menambahkan, nantinya berlaku tiket gelang untuk 16 laga. Sementara, pada laga Arema FC melawan Bhayangkara FC Minggu (23/4) depan, pihaknya masih menggunakan tiket kertas. ”Kalau memakai tiket gelang, terlalu mepet untuk mencetak. Sehingga, satu laga awal belum memakai tiket jenis baru,” imbuh pria yang juga kepala unit pelaksana teknis (UPT) Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang tersebut.

Mengenai kebocoran tiket, pihaknya meminta kerja sama dengan Aremania agar ikut mengawasi di setiap pintu masuk. ”Saya berharap, Aremania ikut mengawasi. Karena tiket yang masuk juga untuk kebaikan Arema juga,” pungkasnya. Sementara itu, Iin Bendhu, Aremania Koordinator Wilayah (Korwil) Dinoyo menambahkan, Aremania sudah sepakat dengan kenaikan harga tiket untuk laga melawan tim besar. ”Awalnya kami sedikit kecewa karena tiket yang naik untuk semua laga tidak ada pemberitahuan. Untung sekarang hanya laga big match aja,” kata Iin.

Dia berharap, ke depan, Aremania perlu dilibatkan dalam perihal kenaikan harga tiket. Sehingga, tidak terjadi simpang siur yang berakibat sepinya penonton karena tiket mahal. ”Aremania siap ikut berunding untuk kebaikan bersama,” tandasnya. (asa/c4/riq)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar