Radar Malang Logo

UB Gerah Dicatut Bimbel Insan Cita

MALANG KOTA – Universitas Brawijaya (UB) kebakaran jenggot. Sebab, kampus itu merasa dicatut oleh lembaga bimbingan belajar (bimbel) Yayasan Insan Cita. Lantaran, UB menganggap, pamflet bertema ”Brawijaya Supercamp SBMPTN” yang tersebar di dunia maya itu mengaku- ngaku berafi liasi dengan UB dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2017 ini.

Dalam pamflet tersebut, bim bel itu juga menjamin kelulusan peserta. Pamflet itu dianggap mencatut UB karena menggunakan ikon serta logo UB. Padahal, UB tidak berafi - liasi dengan bimbel mana pun. Rektor UB lewat Ketua Tim Advokasi Hukum UB Dr Priyo Djatmiko mengecam tindakan yang dilakukan Yayasan Insan Cita dalam mengadakan Brawijaya Supercamp SBMPTN. Se bab, dalam iklan itu, mereka menyematkan ikon UB, berupa logo UB, Tugu UB, dan memanfaatkan nama tim dosen UB. ”UB tidak bertanggung jawab atas apa pun yang terjadi pada Brawijaya Supercamp SBMPTN dan tidak menjamin kelulusan,” tegas Priyo pada Jawa Pos Radar Malang Rabu (19/4).

 

Dia menyatakan, UB tidak pernah menjalin memorandum of understanding (MoU) dengan Yayasan Insan Cita untuk mengadakan bimbel khusus SBMPTN. Apalagi, bimbel tersebut melibatkan tim dosen UB secara khusus untuk terlibat di dalamnya. ”Seharusnya, Yayasan Insan Cita izin pada universitas untuk mengadakan kegiatan ini,” terang dia.

Menurut Priyo, apa yang dilakukan Yayasan Insan Cita jelas melanggar hukum. Dia membeberkan, Yayasan Insan Cita sudah melakukan tindak pidana pemalsuan sebagaimana Pasal 263 KUHP dengan melibatkan nama kampus UB pada pamfl et yang disebarkan. Selain itu, juga pemalsuan merek dagang. ”Jika Yayasan Insan Cita tidak menarik iklan atau merevisi serta memberikan informasi ulang pada peserta yang mendaftar, akan dipidanakan,” gertak dia. Penggunaan nama Brawijaya sebetulnya tidak masalah. Misalnya Bimbel Brawijaya, Warung Brawijaya, dan lain sebagainya. ”Namun, jika sudah menyangkut nama Universitas Brawijaya, berarti itu ya kampus UB,” ulas dia.

Keterlibatan dosen dalam program bimbel pun tidak dimasalahkan. Namun, pemberian label dosen UB itu harus melalui proses izin dari pihak kampus. Pihaknya berharap, dalam seminggu ini, Yayasan Insan Cita menarik iklan yang beredar di media sosial (medos). Tak hanya itu, yayasan tersebut wajib memberikan informasi bahwa bimbel tersebut tidak berhubungan dengan UB. ”Kami memberi kesempatan kepada Yayasan Insan Cita selama seminggu,” jelas dia. Priyo menjelaskan, pihaknya mendapatkan surat tersebut dari rektor UB. ”Pak rektor mendapatkan itu dari wali siswa yang ingin mendaftar di UB,” jelas pria yang juga wakil dekan I Fakultas Hukum UB tersebut.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar