Radar Malang Logo

Serahkan Diri atau Tembak Mati

KABUPATEN MALANG – Aparat kepolisian benar-benar geram atas ulah 17 tahanan Polres Malang yang kabur, Rabu dini hari (19/4). Sebab, mereka tidak hanya mencoreng nama korps baju cokelat, tapi bisa saja mengancam karir para petinggi polres. Oleh karena itu, Polda Jatim secara resmi telah memberi batasan waktu (deadline) hingga Jumat malam ini pukul 24.00 untuk menyerahkan diri. Jika melewati batas itu tidak mau menyerahkan diri, polisi bertindak tegas: bisa ditembak mati.

Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera menegaskan, deadline untuk para tahanan yang kabur ini sudah tidak bisa ditawar. ”Jika tidak (segera serahkan diri, Red) jangan salahkan kami mengambil tindakan yang tegas itu,” tegas Frans Barung, kemarin (20/4). Barung menambahkan, petugas polisi bisa menembak langsung para tahanan kabur itu. Lantaran, mereka sudah terbukti melawan hukum dengan melarikan diri dari tahanan. ”Pokoknya mereka semua harus tertangkap,” ujar dia

Untuk mengusut penyebab kaburnya tahanan tersebut, imbuh Barung, tim Polda Jatim masih memeriksa petugas jaga ruang tahanan, ED dan WY. Karena diduga, dua petugas jaga itu tertidur ketika menonton pertandingan sepak bola Liga Champions antara Real Madrid dan Bayern Muenchen di TV. Polisi juga mengusut dari mana gergaji yang dipakai. ”Soal sanksi pasti ada nanti,” ujar dia.

Lantas, apakah ada sanksi juga untuk Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung? Barung menyebut, itu urusan petinggi polda. ”Soal kapolres itu diserahkan kepada pimpinan,” imbuhnya. Untuk diketahui, kaburnya 17 tahanan ini baru diketahui pada Rabu pukul 03.30. Diperkirakan, 17 tahanan itu keluar tahanan lewat ruang kamar mandi tahanan. Sebelumnya, mereka telah menggergaji terali besi di langit-langit kamar mandi. Ini diketahui karena di kamar mandi ada gergaji kecil yang tertinggal.

Terali besi juga putus. Setelah terali besi terbuka, mereka naik plafon yang telah dijebol dan menembus ke atap. Dari atap, mereka turun dengan berpijak pada generator AC yang terpasang di tembok luar tahanan. Setelah berada di luar tahanan, mereka menyusup ke gorong-gorong di belakang Markas Polres (Mapolres) Malang hingga ke perkampungan di Desa Dilem, Kepanjen. Namun, dari 17 tahanan itu, sebanyak empat tahanan berhasil tertangkap sebelum 24 jam kabur. Yakni Abdur Rohman, 29; Burhen Nudin, 27; Noer Hadi, 34; dan Edi Mustofa, 32. Sedang, 13 tahanan lain masih dalam pengejaran.

Mereka adalah Khusnul Muhajir, Tommi, Fahrul, Ali Wava, Kharisma M. Faris, Rusdy Adi, Slamet Arifin, Suwiyadi, Nawir, Iwan Junaidi, Ahmad Naimul, dan Bendot. Untuk mengejar 13 tahanan tersebut, kemarin, ratusan personel di Mapolres Malang dikerahkan. Bahkan, Kapolres Malang pun ikut jadi ”buser”. Kondisi ini membuat suasana di mapolres kemarin begitu lengang, tidak seperti biasanya.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar