Radar Malang Logo

Buka Outlet setelah Amati Selebgram
BERITA TERKAIT

MALANG KOTA – Fashion store atau outlet yang khusus menjual barang-barang fashion sebenarnya bukan hal baru di Malang Raya. Namun, yang menawarkan konsep one stop shopping, mungkin baru a&r. Outlet pertama a&r bakal mulai beroperasi di Kota Malang per hari ini. Outlet a&r menempati bangunan dua lantai seluas 1.400 meter persegi di Jalan Sunandar Priyo Sudarmo.

Fashion store ini juga dilengkapi dengan eskalator dan minimarket. Direktur Merchandising dan Marketing Ritelindo Anthony Jaya Putra menyatakan, a&r menawarkan keperluan fashion dari kepala hingga kaki. Mulai topi, kacamata, tas, sepatu, hingga kosmetik. ”Mulai dari keperluan fashion wanita, pria, hingga anakanak, semua ada,” ujarnya.

Meski baru kali pertama membuka outlet, a&r sejatinya punya pengalaman di bidang fashion. Anthony menyatakan, background a&r adalah perusahaan garmen yang menyuplai Matahari Department Store. Salah satu merek yang diusung oleh a&r adalah Nevada. Setelah sekian lama menyuplai Matahari Department Store, a&r ingin membuka outlet sendiri. ”Tidak bisa lewat perantara atau department store. Itulah kenapa dibikin a&r,” jelasnya. Dibanding fashion store lain, a&r lebih luas daripada tokotoko fashion yang ada di dalam mal. ”Koleksinya juga cukup banyak,” imbuhnya.

Lantas, kenapa memilih Kota Malang sebagai lokasi outlet pertama? Dia menyebut, kota ini punya potensi. Permintaan akan produk-produk fashion cukup tinggi. Namun, tidak dibarengi dengan pasokan yang memadai. ”Kami me-review dari selebgram (selebritas di Instagram) dan blogger (penulis blog) yang berkecimpung di dunia fashion atau kosmetik. Rata-rata, followers mereka di media sosial (medsos) antusias dengan produk baru. Nah, di Malang ini kurang supply,” paparnya.

Anthony menyatakan, outlet a&h menghadirkan sekitar 15 brand fashion. Jumlah ini relatif tidak sebanyak yang dihadirkan oleh department store. Akan tetapi, dengan brand yang terbatas jumlahnya itu, a&r ingin fokus. ”Kami ingin tahu yang dibutuhkan konsumen. Kalau banyak merek, akhirnya ada kompetisi secara sales saja, tidak memikirkan secara branding dan apa yang sedang ngetren saat ini,” terangnya. (fi s/c3/muf)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar