Radar Malang Logo

Busana Muslim ala Kayu Tangan, hingga Gaun Malam Kerajaan

MALANG KOTA – Bagi Anda yang menggemari fashion, dijamin tak akan rugi bila menghadiri Malang Fashion Movement (MFM), di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (UM), 23-24 April mendatang. Sebab, akan ada banyak rancangan karya desainer yang mungkin belum pernah Anda lihat sebelumnya.

Total, sebanyak 34 desainer sudah siap dengan karya adibusananya masing-masing. Salah satunya, Feby Ayusta yang mengusung brand Mozza Atelier. Untuk MFM kali ini, dia merancang secara khusus busana yang terinspirasi dari kawasan Kayu Tangan. ”Saya terinspirasi saat jalanjalan di sana (Kayu Tangan). Saya ambil bentuk bangunan di Kayu Tangan, untuk diplikasikan pada busana.

Contohnya, bentuk kerucut pada bagian lengan,” kata Feby. Jadi, dia berusaha untuk memindahkan romantisme di masa lalu ke dalam rancangan busananya. Tak hanya dari sisi desain, tapi juga warna. Feby banyak menggunakan warna dasar abu-abu. Berbeda dengan Feby, desainer MFM 2017 lainnya, Nila Purnasari, sudah menyiapkan busana bertema The Victorian Queen atau Ratu Victoria.

Nila bisa dikatakan sukses memindahkan suasana kerajaan yang elegan ke dalam rancangannya. Konsep itu dia tuangkan dalam gaun malam. ”Saya pakai warna gold (emas), brown (cokelat), dark blue (biru dongker), dan hitam,” ujar wanita kelahiran Semarang ini.

Sementara, untuk bahan, Nila menggunakan dominasi jacquard dan organza embroidery. Sebagai informasi tambahan, MFM 2017 merupakan event yang diinisiasi Jawa Pos Radar Malang. Tiket MFM 2017 bisa dipesan di kantor Jawa Pos Radar Malang, Jalan Kawi 11-B. Harga tiket bervariasi. Mulai dari Rp 30 ribu untuk VIP; Rp 60 ribu, VVIP; dan frontrow, Rp 120 ribu. Ajang fashion terbesar di Malang Raya itu tidak hanya menghadirkan model dan rancangan busana karya desainer, tapi juga ada penampilan spesial dari Puteri Indonesia 2017 Bunga Jelitha Ibrani. (fis/c4/muf)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar