Radar Malang Logo

UNBK Tahun Depan Harus Lebih Baik

KEPANJEN – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk SMK dan SMA di Kabupaten Malang sudah berakhir. Termasuk, ujian susulan yang berlangsung Rabu lalu (19/4). Munculnya sejumlah kendala yang terjadi di beberapa sekolah menjadi catatan yang harus diperbaiki pada tahun depan. Sejumlah kepala sekolah (kasek) SMK dan SMA menyatakan, muncul nya sejumlah masalah saat pelaksanaan UNBK tak hanya diakibatkan kendalah teknis di sekolah.

Seperti diungkapkan Hari Suprayitno, kepala SMK Negeri 1 Pujon. Menurut dia, masih banyak yang harus dibenahi terkait sistem yang dibuat pusat. ”Sebab, ada sebagian siswa kami yang terpaksa harus mengikuti ujian susulan karena kesalahan terkait soal,” bebernya. Di hari terakhir UNBK, 6 April lalu, pada mata pelajaran (mapel) Teori Kejuruan, ternyata ada soal yang tertukar dengan mapel lain.

Tak hanya itu, ada butir soal yang belakangan diketahui kurang lengkap. Akibatnya, 40 siswa jurusan kesehatan hewan ternak mengikuti ujian susulan. ”Namun, saat ujian su sulan, (19/4), yang seharusnya juga UNBK tidak bisa dilaksanakan, terpaksa berganti ujian mengguna kan kertas dan pensil,” kata dia. Ini karena soal masih salah saat dilakukan pengiriman dari pu sat ke server sekolah. Karena itu, pihaknya berharap, persoalan yang muncul akibat sistem di pusat ter se but tak perlu terjadi lagi tahun depan.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Kepanjen Maskuri justru khawatir dengan pelaksanaan UNBK pada 2018 mendatang. Menyusul kebijakan tentang SPP untuk SMA dan SMK pasca diambil alih Provinsi Jawa Timur. ”Kalau dari provinsi, SPP-nya ditentukan Rp 75 ribu. Jadi, kami tentu kesulitan untuk meng-upgrade alat tahun depan,” kata dia. Sebab, selama ini, siswa dikenakan SPP Rp 250 ribu per bulan. Kepala SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen Arif Joko Suryadi menyimpul kan, permasalahan yang terjadi selama UNBK tahun ini dianggap masih normal. ”Ya memang ada masalah juga di sekolah saat UNBK, tapi masih wajar,” kata dia.

Dia mengaku, ada 15 siswanya terpaksa ikut ujian susulan karena butir soal yang didapatkan tidak lengkap saat UNBK. ”Yang pasti, ini (UNBK) harus terus berlanjut, jangan sampai tidak. Sekolah juga sudah mulai menyiap kan sehingga dari pusat juga harus komit men untuk terus membenahi sistemnya,” tandas Arif. (adk/c3/nay)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar