Radar Malang Logo

Minta Koperasi Manfaatkan Program Kementerian

MALANG KOTA – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) menyiapkan program prorakyat. Masyarakat bisa me minjam uang hingga Rp 10 juta, tanpa disertai jaminan. Program tersebut bernama pembiayaan ultra mikro. Rencana launching program baru itu disampaikan Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Anak Agung Gede Pus - pa yoga, kemarin (27/4). ”Sasarannya untuk menjaring nasabah dengan pinjaman sepuluh juta rupiah ke bawah,” ujar Puspayoga di sela-sela meninjau stan pameran Malang City Expo, di halaman belakang Stadion Gajayana.

Dia berharap, semua koperasi di Kota Malang memanfaatkan program tersebut. Sebelum me-launching, pihaknya tengah menggodok petunjuk teknis (juknis) dan kelanjutan program bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) ”Kami sudah teken MoU (memorandum of understanding) dengan Menteri Keuangan (Menkeu). Yang menjalankan adalah Pusat Investasi Pemerintah (PIP). Semoga Mei sudah bisa dilaksanakan,” jelasnya.

Puspayoga menyatakan, munculnya program ultra mikro itu bertujuan untuk meng-cover kredit usaha rakyat (KUR). Untuk itu, nominal peminjamannya dibatasi, maksimal Rp 10 juta. ”Program ini lebih menyasar ke masyarakat yang meminjam di bawah Rp 10 juta,” kata dia. Ada tiga penyalur program pem biayaan ultra mikro. Yakni lem baga keuangan bukan bank (LKBB), badan layanan umum (BLU) pengeloladana, dankope rasi.

Puspayoga berharap, se tiap lembaga penyalur pem biayaan ultra mikro bisa me maksimalkan jaringannya. Termasuk koperasi. Dengan demikian, akan semakin banyak koperasi yang mendapatkan pinjaman ringan, tanpa jaminan. Dalam peninjauan stan pameran Malang City Expo, Pus payoga didampingi Wali Kota Malang Moch. Anton. Puspayoga sempat mencicipi kopi di salah satu stan pameran. Dalam kesempatan itu, Puspayoga juga mengelilingi beberapa stan.

Pameran yang diselenggarakan sejak Kamis  (27/4) hingga lusa (30/4) ini, diikuti oleh 140 stan. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Seperti Surabaya dan Bandung. Para peserta pameran menyuguhkan berbagai produk. Mulai dari kerajinan tangan, sektor pendidikan, pajak, dan kuliner. Sementara itu, Wali Kota Malang Moch. Anton menyatakan, pertumbuhan ekonomi di Malang sangat pesat. Angka pertumbuhannya tahun ini mencapai 5,61 persen. Dia me negaskan, pertumbuhan ekonomi di Kota Malang melebihi Jawa Timur (jatim) yang hanya 5,5 persen. ”Malang mampu ber kontribusi, baik skala regional maupun nasional,” kata Anton. ”Salah satunya disumbang dari sektor industri perdagangan,” tambah wali kota yang dijuluki Wagiman (wali kota gila taman) itu.

Anton menegaskan, pihaknya akan mendukung industri kecil. Wujud dukungannya berupa kebijakan yang berisi upaya mempermudah pemberian izin usaha. Menurut dia, Malang City Expo merupakan kegiatan strategis untuk menampilkan beragam potensi dari berbagai daerah. Termasuk potensi Kota Malang. ”Pengembangan sektor industri riil sejalan dengan moto, yakni membuat Malang sebagai kota industri,” kata Anton. ”Salah satu kunci pe nguatannya ya dari UKM,” tandas pria yang pernah kuliah di Institut Teknologi Pertanian (ITN) Malang tersebut. (fi s/c4/dan)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar