Radar Malang Logo

Tjipto Yhuwono, Kepala SDN Lowokwaru 3 Nonaktif di Mata Guru, Tetangga, dan Siswanya

Tjipto Yhuwono, kepala SDN Lowokwaru 3 nonaktif, ini tengah menghadapi ujian yang mungkin paling berat dalam hidupnya. Dia mendapatkan tekanan besar setelah dilaporkan atas dugaan kekerasan terhadap empat siswanya, 25 April lalu. Meski begitu, dukungan terhadap pria 57 tahun ini terus mengalir. Terutama ketika Tjipto dirawat di rumah sakit karena penyakit jantung sejak Selasa lalu (2/5).

WARTAWAN: DAVIQ UMAR AL FARUQ

Lebih dari sepekan ini, pemberitaan soal Tjipto, baik itu di media cetak, media online, bahkan di media sosial lebih banyak mengulas sisi negatifnya. Tjipto, seperti diketahui terbelit kasus dugaan penyetruman terhadap empat siswa SDN Lowokwaru 3.

Kasus itu mencuat setelah ada seorang wali murid yang melapor ke Polres Malang Kota. Namun belakangan diketahui bahwa alat setrum yang digunakan oleh Tjipto adalah alat yang biasa digunakan untuk terapi kesehatan.

Melihat alat setrum tersebut, bisa dikatakan bahwa Tjipto memang tidak punya niat mencelakai anak didiknya. Tujuan Tjipto sebenarnya baik. Dia hanya ingin mengingatkan siswanya yang berbuat gaduh saat salat Duha berjamaah. Niat baik Tjipto itulah yang dipercaya oleh rekan sejawatnya, keluarga, dan juga anak didiknya di SDN Lowokwaru 3.

Kalau Tjipto bukan orang baik, tidak mungkin gelombang penjenguk terus berdatangan ke tempat dia dirawat. Seperti yang terlihat Sabtu lalu (6/5), antara pukul 10.00–11.00. Waktu itu ada 20-an orang yang menjenguk Tjipto.

1
2
3
4

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar