Radar Malang Logo

SBM PTN Sempat Diwarnai Protes

KOTA MALANG – Tes seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBM PTN) di tiga perguruan tinggi di Kota Malang, kemarin (16/5), diwarnai adanya protes. Salah satu peserta yang mengikuti tes secara manual atau paper based test (PBT) menyebutkan jika soal telah diambil oleh panitia sebelum waktu mengerjakan habis.

Pada saat SBM PTN, peserta itu mengikuti tes yang diselenggarakan di SMKN 4 Malang. Itu merupakan salah satu lokasi dari peserta tes tulis yang seharusnya digelar di Universitas Negeri Malang (UM). Peserta yang enggan disebutkan namanya itu menyatakan, dia berada di ruang 37 yang dijaga oleh dua pengawas. ”Satu pengawas bilang waktunya kurang sepuluh menit, tapi yang satunya bilang kalau waktu sudah habis. Kemudian bel berbunyi,” ujarnya ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Malang, Selasa (16/5)

Dia juga menyampaikan kalau bel sempat berbunyi dua kali. ”Sudah ada bel, tapi belnya salah. Jadi ada bel dua kali,” tuturnya. Alih-alih melontarkan komplain kepada pengawas, dia hanya bisa pasrah karena soal telah diambil. Tidak hanya permasalahan waktu, dia juga mengaku kalau pada saat mengerjakan soal tidak boleh mencoret-coret soal. Padahal, peserta lainnya diperbolehkan.

Menanggapi masalah ini, Ketua Pelaksana SBM PTN UM Dr Ibrohim MSi menyatakan, hal itu mungkin saja terjadi. Bisa jadi pengawas tidak mencocokkan antara jam tangan yang dipakai dengan jam di sekolah tersebut. ”Kalau awal ujian mengacu pada jam di sekolah, untuk pulangnya juga pakai jam di sekolah. Jadi kesalahan ada pada pengawasnya,” kata dia.

Ibrohim menambahkan, ada kemungkinan jika pengawas tersebut melihat jam di tangannya. Dia pun mengungkapkan jika kejadian seperti penarikan soal sebelum waktu ujian selesai tidak mungkin terjadi. Di dalam panduan sudah jelas, begitu bel tanda berakhir (terakhir pukul 11.45), peserta SBM PTN tidak boleh meninggalkan ruangan. Semua soal dan lembar jawaban harus ditarik kembali oleh panitia. ”Kalau diambil sebelum waktunya, saya kira enggak,” katanya.

Dia juga menyampaikan, jika semua pengawas sudah mengetahui peraturan tersebut. Sebelumnya juga telah dilakukan coaching serta pemberian panduan pengawasan SBM PTN. Sehingga apa yang terjadi di SMKN 4 itu, dia yakin karena kesalahpahaman saja.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar