JawaPos.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan bantuan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) kepada 70 sekolah di daerah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T). Hal itu demi mewujudkan layanan pendidikan yang bermutu, mudah diakses, dan terjangkau bagi semua masyarakat.

Dalam acara pemberian bantuan TIK tersebut di Bali, Selasa (4/12), Mendikbud Muhadjir Effendy mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sangat mengerti dalam menangkap persoalan, khususnya dalam memberikan pemerataan pendidikan.

“Bapak Presiden sangat jeli menangkap persoalan, yang diberikan bantuan bukan pusat atau kota, tetapi membangun dari pinggiran untuk meningkatkan akses dan pemerataan kualitas pendidikan. Sehingga di tahun 2023 sekolah kita betul-betul menggunakan teknologi informasi, dan betul-betul siap menyongsong era 4.0,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Rabu (5/12).

Adapun setiap sekolah mendapatkan empat komputer jinjing (laptop), satu LCD proyektor, satu perangkat akses internet, dan satu hard disk ekternal yang berisi konten-konten Rumah Belajar.

“Dengan perangkat TIK, harapannya daerah 3T dapat mengakses seluruh materi yang juga diakses oleh anak-anak diperkotaan. Sehingga sekolah-sekolah di daerah 3T tidak memiliki hambatan untuk belajar dengan materi-materi yang sama, sehingga kualitas pendidikan di daerah 3T dan perkotaan sama kualitasnya,” kata Muhadjir. 

Pembagian TIK seiring dengan International Symposium On Open, Distance, and E-Learning 2018 (ISODEL) dengan tema ‘Making Education 4.0 for Indonesia’ yang diselenggarakan pada 3-5 Desember 2018 di Bali.

Dengan pendidikan 4.0, kata Mendikbud, dapat menutup kesenjangan dalam penyediaan akses dan pendidikan berkualitas untuk populasi atau daerah yang terisolasi. Pemerintah telah menyediakan akses informasi, komunikasi, dan teknologi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah terpencil dan pedesaan melalui program Universal Service Obligation (USO) dan pelatihan rumah belajar ke guru di daerah.

“Untuk melaksanakan program di atas, kami bermitra dengan Kemenkominfo, dan juga dengan sektor swasta, dengan memberikan program yang disebut Bantuan TIK untuk Sekolah di Wilayah 3T. Hingga tahun ini, lebih dari 1.400 sekolah di daerah terpencil hampir di semua provinsi telah terhubung dengan akses internet,” tutur dia. 

(yes/JPC)