JawaPos.com – Sebanyak 15 kabupaten di Jawa Timur terendam banjir dengan ketinggian bervariasi akibat hujan deras sejak Selasa (5/3) lalu. Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), BPBD Jawa Timur dan para relawan pun telah bertindak. 

Pertama, mereka telah mengevakuasi para warga terdampak ke sejumlah titik pengungsian. Para petugas dan relawan tersebut akan bersiaga sampai kondisi dan situasi di titik bencana kembali pulih. 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pihaknya dan BBWSBS telah memasang sandbag di tanggul Sungai Jeroan di Kecamatan Balerejo, Madiun. Kemudian, juga akan memasang plengsengan dan bronjong-bronjong di sejumlah titik rawan banjir di 15 kabupaten itu. 


BANJIR: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa tengah meninjau lokasi tol arah Madiun, Kamis (7/3). (dok. Humas Pemprov Jatim)

“Jangka panjang kami harap ada plengsengan. Sekarang bronjong dahulu, terus plengsengan. Kemudian sedang dihitung kalo plengsengan berapa kilo,” kata Khofifah di Madiun, Kamis (7/3). 

Tak hanya sandbag, plengsengan, dan bronjong, Khofifah juga melakukan langkah jangka panjang. Salah satunya, kerja sama dengan provider seluler. Dia berharap ada pemberitahuan peringatan dini tentang ketinggian air. Provider seluler akan mengirim pesan singkat kepada ponsel warga yang tinggal di titik rawan banjir. 

“Misalnya, waspada, sebentar lagi air masuk ke sini. Sekian jam lagi ada air masuk ke situ. Itu sangat dimungkinkan ketika kita kerja sama dengan provider,” kata Khofifah. 

Khofifah juga punya rencana jangka panjang lain. Dia meminta para bupati di 15 kabupaten itu untuk menata tata ruang wilayahnya.

Salah satu yang paling kongkrit adalah membangun sodetan atau saluran yang akan menampung luapan aliran air dari Bengawan Solo. Jika tidak, upaya penanggulangan dampaknya, akan sia-sia.  “Kabupaten mana yang dapat menyediakan lahan untuk dijadikan sodetan dari Bengawan Solo (dengan cara) itu, baru bisa sustain,” jelasnya.    
 
Seperti diketahui, banjir bandang melanda 15 kabupaten. Antara lain: Madiun, Nganjuk, Ngawi, Magetan, Sidoarjo, Kediri, Bojonegoro, Tuban, Probolinggo, Gresik, Pacitan, Trenggalek, Ponorogo, Lamongan, dan Blitar

Penyebabnya, luapan Sungai Bengawan Solo yang menimbulkan efek domino ke sungai Jeroan, Madiun. Akibatnya, lebih dari 12.495 kepala keluarga menjadi korban dan mengungsi.

Editor           : Sari Hardiyanto

Reporter      : Aryo Mahendro