JawaPos.com – Meski telah bergabung ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok disebut-sebut belum akan diterjunkan mengkampanyekan pasangan 01, Jokowi-Ma’ruf Amin. Cawapres, Ma’ruf Amin pun mengutarakan hal serupa.

Ma’ruf mengatakan, walapun Ahok sudah bergabung dengan PDIP sejak 26 Januari, sampai saat ini dirinya belum ada rencana bertemu dengan Ahok. Ia menyebut Ahok merupakan kewenangan PDIP selaku partai yang menaungi. Sehingga, dia tidak bisa mencampuri urusan internal partai tersebut.

“Belum (ada rencana ketemu Ahok, Red) tuh. Biarlah itu urusan PDIP. Nanti kan sudah tentu wajar saja. Orang kan bebas untuk memilih partai yang disukai. Dia (Ahok) kan sudah bebas,” ujar Ma’ruf di Jakarta, Sabtu (9/2).

Meski demikian, Ma’ruf berharap kehadiran Ahok bisa berbuah positif. Terutama dalam upaya mendongkrak elektabilitas pasangan 01.

“Ya mudah-mudahan saja ya (menambah elektabilitas, Red). Insya Allah itu kan PDIP pendukungnya Pak Jokowi,” sambung mantan Rais Aam PBNU itu.

Diketahui, setelah bebas dari penjara, BTP tetap konsisten berpolitik. Buktinya, kini dia resmi menjadi kader PDIP.

Resminya pria yang biasa disapa Ahok itu jadi kader partai berlambang banteng bermoncong putih tersebut berlangsung di Bali. Hal itu dibenarkan juga oleh fungsionaris PDIP Eva Kusuma Sundari.

“Iya sudah,” ujar Eva kepada JawaPos.com, Jumat (8/2).

Sementara itu, staf Ahok, Ima Mahdiah mengatakan, mantan Bupati Belitung Timur itu sudah berstatus kader PDIP sejak bulan Januari lalu. “Dari tanggal 26 Januari, sudah punya KTA (kartu tanda anggota),” ujar Ima saat dihubungi, Jumat (8/2).

Ima mengaku sebelumnya Ahok sudah bertemu dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Ahok mengutarakan keinginannya bergabung ke PDIP.

“Jadi, langsung minta izin masuk PDIP (ke Megawati). Pak Ahok masuk PDIP keinginan sendiri,” katanya.

Editor           : Estu Suryowati

Reporter      : Sabik Aji Taufan