MALANG KOTA – Membiasakan siswa berkompetisi tak hanya bisa dilakukan di ruang kelas semata. Mengerjakan tugas kelompok membuat robot dan dilombakan telah dilakukan SMP Islam Sabilillah lewat program Project Based Learning (PJBL) atau Pembelajaran Berbasis Proyek. Diadakan di setiap semester, PJBL tahun ini mengangkat tema teknologi.

Ada lima jenis robot yang dirangkai para siswa. Pertama, jenis King of Animal atau robot yang bergerak dengan empat tuas kaki. Lalu yang kedua ada Crawling Lava, yakni robot yang bisa melata. Ada juga Jumping Rat atau robot yang bisa mengayun, robot yang pintar berguling yang disebut Dragon Bush Flip Flop serta Crack Ant, yakni jenis robot yang bisa berputar sendiri. Kelima robot ini dikerjakan 50 kelompok dari kelas 7 dan 8.

Wakil Kepala Sekolah (Waka) Kurikulum Kurnia Islamiah SPd menyatakan, tugas ini wajib dikerjakan semua siswa. ”Teknologi sendiri, sudah menjadi proyek PJBL di tahun lalu,” ujarnya. Bedanya, dulu hanya berupa ide mengenai teknologi masa depan, namun kali ini para siswa ditantang memproyeksikan ide mereka.

Pembuatan robot ini wajib dilakukan siswa. Tapi tidak sekadar merakit, siswa juga harus mempertimbangkan unsur STEM (science, technology, engineering, dan mathematics) yang menjadi bagian dari pembelajaran internasional. ”STEM memang diadaptasi pada pembelajaran siswa, terutama robotik, agar mereka berpikir kreatif dan kritis,” ucap Kurnia.

Ke-50 kelompok ini dibedakan antara siswa yang ikut kelas ektrakurikuler robotik dengan yang tidak. Alasannya, karena siswa yang tergabung di ekskul tujuannya menciptakan program, sementara siswa yang tidak ikut ekskul robotik diarahkan berpikir kritis dalam merangkai robot.  ”Tetapi tidak hanya dipamerkan. Sengaja kami bentuk dalam acara perlombaan antarsiswa,” kata guru yang juga ibu dua anak ini.

Lomba robotik bagi siswa ini, Kurnia melanjutkan, terinspirasi dari SMP dan SMA di Taiwan. Ide ini muncul saat Profesor Tsai dari Taiwan berkunjung ke SMP Sabilillah dan menemukan potensi adanya kegiatan rutinan merakit robot. Semenjak itu, Kurnia menyatakan, saban tahun ada tema-tema seputar robotik yang dilaksanakan di dalam PJBL.

Spesialnya, selama satu bulan perakitan, bahan-bahannya tidak dibeli di dalam negeri, namun diimpor. ”Bahannya diimpor dari Taiwan, sumbangan dari Prof Tsai,” jelas dia.

Pembuatan robot, sepertinya tidak terlampau sulit bagi beberapa siswa. Misalnya, Verona F.A, siswi kelas 7, menyatakan, membuat robot seolah menjadi keseharian mereka. ”Saya tidak tergabung di klub robotik. Tetapi setiap hari ada materi mengenai robotik,” jelasnya.

Robot miliknya, tipe Dragon Bush Flip Flop, dirancang dengan empat temannya. Yang cukup rumit baginya adalah mengatur kecepatan robot agar bisa berguling cepat dalam waktu dua menit. ”Selama perlombaan, ada dua penilaian, presentasi dan praktik robotik kami,” pungkasnya.  

Pewarta               : Sandra
Copy Editor         : Dwi Lindawati
Penyunting         : Ahmad Yani
Fotografer          : Laoh Mahfud