MALANG KOTA – Sekitar 30 anak berjajar rapi. Masing-masing membawa satu topeng kemarin pagi. Mereka berjalan melintasi pematang sawah menuju Sendang Ken Dedes di Polowijen, Blimbing. Mereka merupakan calon seniman tari topeng yang dibina Kampung Budaya Polowijen.

Kampung Polowijen ini sudah pantas disebut sebagai kiblat budaya di Kota Malang. Karena, di sana beragam seni dan budaya ditampilkan. Selain ada pembuatan topeng, juga ada pelatihan dan tari tradisional. Salah satunya topeng yang diajarkan pada anak-anak sejak dini.

Gelaran tari topeng yang dilakukan kemarin itu bersamaan dengan merayakan Hari Pers Nasional. Sebelum acara tari topeng Malangan, digelar juga acara orasi budaya yang disampaikan oleh Ir H. M. Ridwan Hisjam, wakil ketua Komisi VII DPR RI, dengan tajuk Pers dan Kemajuan Kebudayaan.

Turut hadir pula dalam acara tersebut Ketua DPRD Kota Malang Bambang Heri Susanto, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Malang Zulkifli Amrizal SSos MSi, dan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia  (PWI) Malang Raya M. Ariful Huda MPd. Setelah orasi budaya selesai, undangan diajak ke Sendang Ken Dedes untuk menyaksikan acara sesekaran topeng Malangan.

Isa Wahyudi, penggagas Kampung Budaya Polowijen, menyebut, budaya sesekaran topeng Malangan itu sudah turun temurun sejak zaman Mbah Reni, pembuat pertama topeng Malangan. Saat ini, menurut dia, pagelaran sesekaran topeng Malangan tersebut digelar tiap setahun sekali.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Malang Bambang Heri Susanto menyatakan sangat mengapresiasi budaya dan tradisi yang dilestarikan di Kampung Polowijen tersebut. Melihat hal itu, secara teknis dia menyatakan akan berusaha mengembangkan kampung tersebut sebagai salah satu situs budaya. ”Kita akan coba melakukan dialog dengan pemerintah kota terkait dengan potensi ini,” terangnya.

Pewarta               : Imron
Copy Editor         : Amalia Safitri
Penyunting         : Abdul Muntholib
Fotografer          : Rubianto