JawaPos.com – Akademisi di Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) menyerukan deklarasi Pemilu jujur, adil, dan damai, Senin (15/4). Mereka mengajak seluruh komponen bangsa untuk berpolitik dan berdemokrasi secara bermartabat.

Pernyataan bersama untuk Pemilu berintegritas dan bermartabat berjudul Pemilu Jurdil dan Damai: Awasi Prosesnya, Hormati Hasilnya dibacakan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Panut Mulyono di Halaman Balairung UGM.

“Pelaksanaan Pemilu tinggal 2 hari lagi. Mudah-mudahan akan berjalan lancar dan dapat dipercaya dan hasilnya harus kita hormati bersama,” kata Panut Mulyono, Senin (15/4).

Pemilu yang berjalan jujur dan adil menurut Panut akan menghasilkan pemerintahan yang memiliki legitimasi kuat di mata rakyat. Upaya untuk mencapai kemenangan dalam pemilu, serta mewujudkan hak setiap orang untuk mendukung kandidat dalam pemilu, tidak boleh dilakukan dengan cara-cara yang mengorbankan keutuhan bangsa dan negara Indonesia yang majemuk.

“Kami mengajak seluruh komponen bangsa untuk berpolitik dan berdemokrasi secara bermartabat, menjaga proses Pemilu agar berjalan secara jujur, adil, dan damai,” ucapnya.

Masyarakat juga didorong untuk secara aktif menggunakan hak pilih sebagai ekspresi kedaulatan rakyat, mengawal tegaknya netralitas penyelenggara pemilu. Selain itu juga mengawasi proses pemungutan suara, menghormati hasilnya, serta menggunakan cara-cara yang sepenuhnya konstitusional jika ada keberatan atas hasil pemilu.

Sementara itu Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) UGM, Erwan Agus Purwanto menambahkan, seruan tersebut dirasa sangat tepat dikemukakan dari dunia pendidikan tinggi. Melalui deklarasi ini, para akademisi mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga agar pemilu berjalan dengan lancar dan damai. “Semoga seruan moral ini didengar dan Pemilu 17 April nanti berjalan aman dan damai,” ucapnya.