WAGIR – Penjemuran menjadi salah satu proses dalam pembuatan dupa. Namun musim hujan yang masih terjadi hingga Maret ini, membuat para pengrajin dupa yang berada di Dusun Codo, Desa Petungsewu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang harus memutar otak agar pesanan dupa selesai dikerjakan.

“Susah memang soalnya sekarang hampir siang hujan, padahal kita harus menjemur dupa ini,” papar salah satu pengrajin dupa bernama Suparni.

Wanita 38 tahun ini mengaku para pengrajin di sentra pembuatan dupa di Dusun Codo kadang mengakalinya dengan memakai oven untuk mengeringkan produksi dupanya

“Kalau tidak kering ya di oven, apalagi pesanan banyak,” sebutnya.

Dengan oven, serbuk dupa yang ada di bambu pun diakuinya bakal bisa kering, walau tidak sebaik saat dijemur di bawah sinar matahari. “Iya hasilnya beda,” tambahnya.

Total 40 kilogram dupa dihasilnya Suparni dan ketiga wanita lain di sana dalam sehari. Namun, ketika ada acara keagamaan tertentu, ia mengakui permintaan meningkat hingga mereka harus memproduksi hingga 75 kilogram dupa per hari.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: Rubianto
Penyunting : Fia