JawaPos.com – Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta akan diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada 24 Maret mendatang. Namun, DPRD DKI Jakarta memastikan kalau tarif angkutan berbasis rel itu belum bisa disahkan pada saat peresmian.

Ketua Bidang Keuangan Komisi C DPRD DKI Jakarta Santoso menyatakan, saat peresmian kereta yang kerap disebut Ratangga tarif belum ditetapkan. Sebab, hal ini masih dibahas dalam Rapat Pimpinan Gabungan (Rapimgab) pada Senin (25/3).

“Belum diputuskan tarifnya. Kami komisi C Senin pagi rapat, nah siangnya Rapimgab,” ujar Santoso saat dikonfirmasi, Kamis (21/3).

Kereta Ratangga terparkir di Depo Lebak Bulus (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Hal ini tentunya menjadi kebingungan tersendiri di kalangan masyarakat, sebab yang diresmikan hanyalah fisiknya saja. Menurut Santoso ini tidaklah masalah, karena operasional komersil baru dilakukan mulai 1 April mendatang.

“Nggak apa-apa (saat peresmian belum ada tarif), kan kita nggak boleh menghambat programnya Presiden,” tegasnya.

Santoso pun berharap agar saat Rapimgab berlangsung, para anggota dewan bisa menentukan tarif. Sehingga, nilainya bisa langsung diumumkan ke masyarakat yang ingin segera menggunakan Ratangga.

“Mudah-mudahan nggak ada kemunduran lagi lah, karena sudah diresmikan,” harapnya.

Editor           : Erna Martiyanti

Reporter      : Reyn Gloria