JawaPos.com – Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menyindir program Revolusi Mental Joko Widodo (Jokowi). Menurut Amien, program itu sangat tidak jelas.

Menanggapi hal tersebut, calon wakil presiden 02 Ma’ruf Amin mengatakan, memang program tersebut bukan untuk Amien Rais. Sehingga, kata Ma’ruf, tak salah Amien menilai program revolusi mental tidak jelas.

“Tidak jelas kan buat Amien Rais. Kalau buat Pak Jokowi kan jelas. Bagaimana mengubah mentalitas, mengubah persepsi, menyatukan kita dalam berbangsa dan bernegara, pembangunan budaya,” ujar Ma’ruf Amin di kawasan Depok, Jawa Barat, Sabtu (12/1).

“Mengubah human resource menjadi human capital, itu kan perubahan-perubahan yang fundamental,” tambahnya.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (nonaktif) ini mengakui program revolusi mental periode pertama memang belum berjalan dengan baik?. Ma’ruf menganggap wajar, satu program tidak mungkin langsung berhasil dijalankan.

“Bahwa belum semuanya, itu enggak bisa seperti orang membalik telapak tangan. Maka itu ada prosesnya,” katanya.

?Sebelumnya, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais mengatakan program revolusi mental yang dicanangkan Jokowi tidaklah jelas. Sebab, tidak ada dokumen otentik mengenai hasil revolusi mental.

Bahkan, Amien melihat, revolusi mental itu sebenarnya tidak ada. Kata dia, bangsa ini hanya menjadi mental pecundang, mental pengemis.

Atas dasar itu, Amien menyebutkan, program revolusi moral dibentuknya untuk mengakhiri revolusi mental yang dicanangkan era Jokowi. Menurutnya, moral memiliki arti lebih mendalam daripada mental.

Lebih lanjut, Amien menilai, persoalan moral inilah yang belum banyak disentuh oleh pemerintahan Jokowi. Dia menilai, rezim saat ini belum punya arah untuk membentuk moral bangsa.

Editor           : Estu Suryowati

Reporter      : Gunawan Wibisono