MALANG - Joto High School Tokushima, Jepang, yang difasilitasi oleh PT Amerta Indah Otsuka, kembali melakukan program pertukaran kebudayaan di Indonesia (3/8). Tahun 2023 merupakan tahun kedelapan Joto High School berkunjung.
PT Amerta Indah Otsuka sangat mendukung acara ini, berkolaborasi dengan siswa dari Brawijaya Smart School Malang. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong kerjasama dan pertukaran informasi mengenai kebudayaan Indonesia dan Jepang.
Dalam program ini, selain pertukaran kebudayaan, 15 siswa juga berdiskusi dan berbagi tentang pentingnya pengelolaan sampah. Termasuk menghindari pembuangan sampah sembarangan dan mendaur ulang barang bekas.
Kozue Nakada, Bussiness Development Director, menyatakan bahwa program pertukaran kebudayaan ini tidak hanya memfasilitasi komunikasi antar sekolah sebagai perwakilan dari negara masing-masing. Tetapi juga bertujuan untuk membahas pentingnya pengelolaan sampah dan berbagi pengalaman tentang pengelolaan sampah di Jepang.
Selain itu, para siswa Joto High School juga mendapatkan pengalaman tinggal bersama keluarga dari siswa-siswi Brawijaya Smart School. Hal ini memungkinkan mereka saling mengenal kebudayaan satu sama lain.
Dalam acara tersebut, baik siswa Joto High School maupun Brawijaya Smart School akan menampilkan tarian dan musik tradisional untuk mempersembahkan kebudayaan masing-masing.
Nandung Intirtiana, selaku Kepala Sekolah Brawijaya Smart School, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat baik untuk saling berkomunikasi, berbagi pengalaman, dan membuka wawasan melalui kebudayaan serta mencari solusi terkait masalah lingkungan.
PT Amerta Indah Otsuka, sebagai perusahaan yang peduli terhadap lingkungan dan dunia pendidikan, berusaha untuk berkontribusi melalui persahabatan antara generasi muda Indonesia dan Jepang.
Dalam program pertukaran kebudayaan dan pengelolaan sampah ini, para siswa dari Joto High School dan Brawijaya Smart School menjalani serangkaian kegiatan yang mendalam dan berharga.
Mereka berpartisipasi dalam lokakarya tentang pengurangan limbah plastik, pengolahan sampah organik, dan pentingnya daur ulang untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Kedatangan Joto High School ke Indonesia tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa Brawijaya Smart School dalam hal pengenalan budaya Jepang. Tetapi juga membuka kesempatan bagi siswa-siswa Jepang untuk lebih memahami dan menghargai keberagaman budaya Indonesia.
Semangat persahabatan dan saling menghormati antara kedua sekolah terlihat jelas dalam interaksi mereka selama program pertukaran ini. Selain itu, acara puncak dari program pertukaran kebudayaan ini adalah pertunjukan tari dan musik tradisional dari kedua sekolah. Para siswa dengan bangga mempersembahkan keunikan budaya mereka, sambil belajar menghargai dan merayakan keberagaman budaya satu sama lain.
Program ini juga menjadi kesempatan bagi kedua sekolah untuk menyusun rencana bersama terkait proyek lingkungan yang berkelanjutan. Mereka membahas solusi dan inovasi untuk menghadapi tantangan dalam pengelolaan sampah dan perlindungan lingkungan, dengan harapan dapat berkontribusi positif dalam melindungi alam.
Selain mendukung program pertukaran kebudayaan, PT Amerta Indah Otsuka juga berkomitmen untuk terus melakukan inisiatif lingkungan yang berkelanjutan dan mendukung pendidikan di Indonesia. Mereka percaya bahwa melalui kolaborasi antara negara-negara, generasi muda dapat menjadi agen perubahan untuk masa depan yang lebih baik.
Setelah berakhirnya program pertukaran kebudayaan dan pengelolaan sampah ini, hubungan antara Joto High School dan Brawijaya Smart School terus ditingkatkan. Kedua sekolah berkomitmen untuk menjalankan kerjasama dan pertukaran pelajar secara berkelanjutan, menjembatani kesenjangan budaya, dan saling memperkaya pengetahuan serta pemahaman tentang lingkungan dan keberagaman dunia.
Program pertukaran ini diharap menjadi awal yang baik untuk terus memperkuat persahabatan dan kerjasama antara Indonesia dan Jepang. Serta mendorong kesadaran dan tindakan dalam menjaga kebersihan lingkungan demi masa depan yang berkelanjutan.(jprm2)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana