Yudistira Satya Wira Wicaksana• Rabu, 16 Agustus 2023 | 21:00 WIB
Tim dokter mengawal pemulihan kondisi bayi kembar siam paska operasi pemisahan, di RSSA Malang.
Kondisi Kembar Siam Aliyah dan Aisyah Terus Membaik
MALANG KOTA – Setelah menjalani operasi pemisahan pada 12 Agustus lalu, kondisi bayi kembar siam Aliyah dan Aisyah terus membaik. Bahkan Aliyah sudah keluar lebih dulu dari ICU untuk dipindah ke ruang perawatan biasa. Setiap dua hari sekali, tim dokter dijadwalkan melakukan perawatan luka bekas operasi.
Update kondisi kembar siam asal Pasuruan itu dibeber ke hadapan awak media kemarin siang (15/8). Tim dokter juga sedikit me-review proses persiapan hingga operasi pemisahan yang untuk kali pertama dilakukan tim RSUD Dr Saiful Anwar (RSSA) itu.
Operasi berhasil dilakukan selama kurang dari satu jam, yakni pada pukul 09.15 sampai pukul 10.10. Total ada sekitar 50 tenaga kesehatan yang terlibat. Terdiri dari tim dokter RSSA dan RSUD Dr Soetomo.
Kasus kembar siam itu sebenarnya sudah diketahui oleh tim dokter RSSA sejak Agustus 2022. Saat itu, ibu kedua bayi yang bernama Susi melakukan pemeriksaan USG kandungan. Hasilnya diketahui bahwa bayi dalam kandungannya itu kembar. Karena sel tidak membelah sempurna, bayi lahir dalam kondisi kembar siam pada September 2022. Berat badan lahir (BBL) totalnya 4,3 kilogram.
Tubuh kedua bayi itu menyatu mulai dada bawah sampai pusar. Baik Aisyah maupun Aliyah memiliki organ dalam sendiri. Tapi, sebagian liver dan tulang dada mereka menyatu.
Sebelum dilakukan operasi, kembar siam itu menjalani pemeriksaan CT Scan abdomen pada Februari 2023. Tim dokter juga melakukan diskusi multi-disiplin pada Juli 2023 dan gladi resik pada 11 Agustus 2023. Hingga akhirnya berhasil melakukan operasi pemisahan pada 12 Agustus.
Spesialis Bedah Plastik Konsultan RSSA Dr dr Herman Yosef Limpat Wihastyoko SpBP-RE(K) mengatakan, pihaknya juga melakukan pemisahan terhadap bagian liver yang menyatu. Setelah berhasil dipisah, tim dokter melakukan teknik flap untuk menutup lubang pada tubuh kedua bayi.
”Per hari ini (kemarin, red) kondisi keduanya semakin membaik. Hanya saja, bayi Aisyah belum keluar dari ICU karena kondisinya masih rentan pascaoperasi,” ujar Herman saat jumpa pers di Ruang Majapahit RSSA, kemarin (15/8).
Menurut dia, kondisi tersebut wajar terjadi pada bayi-bayi akibat trauma setelah operasi. Agar bayi Aisyah terhindar dari infeksi, tim dokter masih membatasi interaksi dengan dunia luar. Nantinya, setiap dua hari sekali dokter juga akan melakukan perawatan terhadap luka pasca operasi. Baik kepada Aisyah maupun Aliyah.
Setelah hari ke-14, tim dokter berencana melakukan pengangkatan jahitan. Hal itu dilakukan untuk menghindari trauma. Tim dokter juga berencana memperbaiki kelainan pada mulut bayi Aisyah dan Aliyah. Tepatnya di bagian langit-langit. Namun hal itu baru bisa dilakukan enam bulan lagi setelah kondisi kedua bayi benar-benar pulih.
Terkait dengan bekas luka yang tersisa di masa mendatang, dokter menyarankan agar Aisyah dan Aliyah menjalani perbaikan estetik. Namun hal itu tidak perlu terburu-buru. Bila perlu dilakukan saat keduanya beranjak dewasa.
Di tempat yang sama, Spesialis Anestesi dr Wiwi Jaya SpAn KIC menyebut kondisi langit-langit pada mulut kedua bayi memang belum terbentuk sempurna. Itu bisa terjadi karena beberapa hal. Misalnya, karena gangguan saat fase embriologis. ”Ini harus diperbaiki karena bisa mengganggu fungsi bicara. Supaya artikulasi bicara mereka nanti bagus dan tidak sengau,” sebutnya.
Sembari menunggu kondisi keduanya pulih, tim dokter terus melakukan observasi. Di antaranya untuk mengetahui saturasi oksigen pada bayi, kecukupan cairan dan nutrisi, serta menjaga bayi agar terhindar dari infeksi.
”Kedua bayi sebenarnya sudah tenang dan merespons saat diajak berkomunikasi. Selain itu, kondisinya bagus. Baik secara saturasi oksigen maupun nutrisi,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Tim Dokter Pemisahan Bayi Kembar Siam RSSA dr Eko Sulistijono SpA(K) memastikan kondisi kegawatdaruratan Aliyah dan Aisyah sudah terlampaui. Artinya, tidak ditemukan kondisi-kondisi tertentu lainnya seperti komplikasi.
”Untuk bayi Aliyah, sekitar pukul 16.00, kami pindahkan ke ruang perawatan biasa dan nanti akan ditemani ibunya. Kalau bayi Aisyah masih menunggu kondisinya benar-benar bagus,” terang dokter spesialis anak konsultan neonatology itu.
Eko melanjutkan, Aisyah dan Aliyah juga sudah lepas dari ventilator sejak dua hari pascaoperasi. Keduanya pun sudah mendapat ASI mulai sebelum operasi. Khusus untuk Aisyah, pemberian ASI dan nutrisi lainnya masih dipenuhi dari dalam ruang ICU.
Tim dokter memperkirakan kedua bayi bisa pulang atau keluar dari rumah sakit dua pekan setelah operasi. Namun, setelah itu tim dokter tetap akan melakukan pemantauan. Apabila ditemukan gangguan pada perkembangan, keduanya bisa menjalani terapi tumbuh kembang.
Direktur RSSA Dr dr Mochammad Bachtiar Budianto SpB(K)Onk FINACS FICS menambahkan, selain observasi pascaoperasi, pihaknya akan melakukan pemantauan. Kemudian melatih motorik kedua bayi yang sejak lahir menempel hingga usia 11 bulan.
”Alhamdulillah, saat ini mereka sudah bisa mendapat nutrisi secara oral. Saluran pencernaan pun sudah baik. Kedua bayi juga sudah melakukan bonding (kelekatan) bersama orang tuanya untuk menjaga kondisi psikologis,” tandasnya. (mel/fat)