RADAR MALANG - Baru-baru ini, topik mengenai penempatan Palestina oleh Israel kembali ramai di media sosial Instagram, Twitter/X, hingga TikTok pasca penyerangan Rafah. Berbagai unggahan yang menyerukan “All eyes on Rafah” membanjiri berbagai media turut menaikkan ajakan untuk memboikot beberapa perusahaan yang terlibat dengan Israel.
Beberapa merek fashion dan kecantikan juga turut masuk dalam daftar boikot, salah satunya daftar boikot oleh Gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS). Gerakan BDS sendiri dibentuk oleh sebuah Komite Nasional asal Palestina (BNC), dengan fokus memboikot perusahaan yang terbukti terlibat banyak dalam melanggar hak asasi warga Palestina.
Sehingga, Gerakan BDS cenderung memiliki daftar yang sedikit dengan harapan untuk memberi dampak yang lebih signifikan dibanding boikot secara personal. Salah satu merek tersebut adalah Puma, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pakaian dan kelengkapan olahraga ini terindikasi berafiliasi dengan Asosiasi Sepak Bola Israel (IFA).
Dilansir dari laman resmi BDS, diketahui Puma menjadi salah satu sponsor terbesar IFA, yang turut mengadvokasi dilakukannya pendudukan daerah Palestina oleh Israel. Puma juga memiliki beberapa cabang di daerah Israel yang dikuasai secara ilegal, serta bekerja sama dengan outlet pakaian lain, Factory 54, yang berlokasi di Mamilla Shopping Center.
Baik Factory 54 dan Mamilla Shopping Center juga mendukung dan menempati daerah pendudukan Israel yang ilegal, karena berdiri di daerah no man’s land yang diatur oleh PBB.
Meski Adidas telah menarik sponsor dengan IFA pada 2018, diikuti dengan permohonan oleh 200 klub sepak bola asal Palestina, Puma masih bertahan menjadi salah satu sponsor utama IFA hingga saat ini.
Selain Puma, merek kosmetik Ahava juga menjadi salah satu target boikot utama yang dicanangkan oleh Gerakan BDS. Ahava merupakan perusahaan kosmetik asal Israel, beroperasi di lahan pendudukan ilegal oleh Israel, dan memiliki toko di lahan milik Palestina yang dikuasai oleh Israel. (Hilmy Aksyam Dhafi)
Editor : Aditya Novrian