RADAR MALANG – Layanan internet berbasis satelit milik Elon Musk yang bernama Starlink sudah resmi beroperasi di Indonesia. Kini, masyarakat bisa berlangganan Starlink untuk penggunaan di rumah maupun keperluan bisnis.
Meski digadang-gadang sebagai internet dengan kecepatan tinggi, tetapi Starlink juga memiliki kekurangan. Sebelum memutuskan untuk berlangganan Starlink, penting sekali untuk mengetahui kelebihan dan kekurangannya.
Lantas, apa saja kelebihan dan kekurangan Starlink? Dilansir dari berbagai sumber, berikut kelebihan dan kekurangan layanan internet Starlink.
Kelebihan:
- Kecepatan internet yang kencang
Starlink sebagai layanan internet yang disalurkan melalui satelit luar angkasa SpaceX memiliki kecepatan tinggi.
Layanan internet ini dapat mengunduh dengan kecepatan sebesar 25 Mbps hingga 220 Mbps dengan kecepatan rata-rata lebih dari 100 Mbps.
Selain itu, kecepatan Starlink untuk mengunggah sebesar 5 Mbps hingga 20 Mbps.
- Bisa menjangkau daerah terpencil
Layanan internet Starlink mampu menjangkau area dengan lebih luas.
Starlink bisa menjangkau area-area terluar di suatu daratan seperti pegunungan atau tempat terpencil yang tidak terdapat akses jaringan internet kabel.
Dengan daya jangkau yang lebih luas membuat Starlink dapat mempermudah akses internet.
Baca Juga: Starlink Milik Elon Musk Resmi Beroperasi di Indonesia, Ini Dia Daftar Harganya jika Ingin Memasang
- Instalasi mudah
Pemasangan perangkat Starlink tergolong mudah dan tidak perlu memanggil petugas seperti ISP (Internet Service Provider) lokal.
Instalasi Starlink dapat dipasang oleh pengguna secara mandiri.
Pengguna layanan internet ini akan mendapatkan Starlink Kit berisi router, antena, dudukan, dan kabel.
Kekurangan:
- Harga langganan lebih mahal
Untuk berlangganan Starlink, harga langganan layanan internet ini lebih mahal dibanding dengan ISP lokal.
Paket termurah Starlink dibanderol dengan harga Rp750.000 per bulan dan belum termasuk biaya beli perangkat atau instalasi.
Dengan kecepatan 200 Mbps hingga 300 Mbps, ISP lokal seperti IndiHome dan lainnya hanya mematok harga mulai dari Rp400.000-an.
- Latensi lebih tinggi dibanding fiber optik
Starlink memiliki latensi yang lebih tinggi dibanding layanan internet kabel fiber optik.
Layanan internet Starlink memiliki latensi sekitar 25 ms.
Pada layanan internet lokal seperti Indihome dan lainnya, latensi hanya berkisar antara 6 hingga 13 ms.
Lantensi menjadi ukuran penting yang berpengaruh pada responsivitas dalam memuat konten online.
- Butuh area yang lapang
Pemasangan Starlink membutuhkan area yang sangat lapang dan minim penghalang.
Starlink tidak boleh terhalang tembok, atap, dan lainnya.
Ketentuan ini tentu tidak cocok bagi orang yang tidak memiliki halaman atau ruangan terbuka di tempat tinggalnya.
Itulah kelebihan dan kekurangan layanan internet Starlink. Apakah kalian tertarik untuk berlangganan Starlink? Jangan lupa untuk mempertimbangkan kelebihan dan kekurangannya terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk berlangganan. (Muhammad Nadhif Firdausi)
Editor : Aditya Novrian