MALANG KOTA - Pengendalian inflasi menjadi salah satu prioritas Pj Wali Kota Malang Iwan Kurniawan.
Sebab, poin itu merupakan tugas yang langsung diberikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Saat ini, tingkat inflasi Kota Malang masih belum ideal. Pada bulan Juli lalu, inflasi berada di angka 1,8 persen.
Baca Juga: Jago Kendalikan Inflasi, Bupati Malang Sanusi Terima Insentif Fiskal Rp 7,20 Miliar
”Indikatornya inflasi ideal 2,5 persen.
Saat ini Kota Malang kondisinya baik, tapi perlu diperhatikan agar lebih ideal,” terang Iwan.
Dengan angka 1,8 persen, sisi positifnya tidak ada kenaikan harga kebutuhan pokok yang signifikan.
Namun di sisi lain, Iwan menyatakan ada indikasi melemahnya daya beli masyarakat.
Apalagi, kondisi itu sudah terjadi tiga bulan belakangan.
”Jangan sampai inflasi turun kita sudah merasa berhasil, karena bisa saja memang daya belinya lemah. Inflasi ini harus distabilkan, tidak terlalu tinggi, juga tidak terlalu rendah,” papar pria yang sebelumnya menjabat sebagai Pj Bupati Lebak, Banten itu.
Untuk mengevaluasi pengendalian inflasi, Iwan bakal melakukan pertemuan dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
”Saya akan bekerja dengan cepat untuk melaksanakan tugas dari pemerintah pusat.
Salah satunya pengendalian inflasi ini,” tutur Iwan.
Seperti diketahui, inflasi ini mendapatkan atensi tinggi dari pemerintah pusat.
Setiap Senin, kepala daerah diwajibkan ikut rapat koordinasi dengan Kemendagri.
Itu sebagai sarana evaluasi kepada seluruh daerah, apakah benarbenar menjaga inflasi atau tidak. (adk/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana