KOTA MALANG – Kuota peserta Diklat Jurnalistik Guru se-Kecamatan Klojen tersisa 5 orang.
Acara yang digelar pada Senin, 30 September ini merupakan diklat kedua yang dilaksanakan di Kecamatan Klojen.
Bertempat di Kantor Jawa Pos Radar Malang, kegiatan ini bertujuan untuk belajar membuat berita untuk sarana promosi dan mengantisipasi berita hoax yang sering muncul di sekolah.
Berbeda dengan konsep Diklat Jurnalistik sebelumnya.
Kali ini peserta akan belajar membuat berita mulai dari awal sampai menjadi sebuah berita, dengan mengusung tema “masalah di sekolahku”.
Lalu, seluruh guru akan diberikan materi bagaimana menjadi wartawan, yang bisa diaplikasikan di setiap kegiatan sekolah.
Nantinya, peserta diajak untuk membuat kelompok, lalu membuat pertanyaan dengan 5W + 1H.
Dilanjutan mewawancara narasumber dan mengurutkan informasi yang di dapat dari sangat penting sampai tidak penting.
Setelah semua data diperoleh, tiap kelompok wajib membuat berita dengan mengaplikasikan materi yang sudah diberikan oleh Redaktur Senior Jawa Pos Radar Malang Mahmudan.
Sekolah dari Kecamatan Klojen yang sudah mendaftar diantaranya SD Katolik Sang Timur, SDK Santa Maria 2, SD Muhammadiyah 1, SDN Kauman 1 dan SDN Bareng 1.
Untuk sekolah yang belum mendaftar bisa bisa langsung akses melalui link berikut : https://bit.ly/diklatklojen.
Hanya dengan membayar 350 ribu peserta akan mendapatkan sertifikat 32 JP, dan hasil karya tulis peserta di publikasi di Jawa Pos Radar Malang.
Selain itu, untuk sekolah yang mendaftarkan gurunya lebih dari dua orang, akan mendapatkan publikasi kesklusif dari Jawa Pos Radar Malang.
Ketua K3S Klojen Sarengat SPd menambahkan, “jika tahun lalu peserta hanya 25 orang, tahun ini akan saya maksimalkan untuk mengajak rekan-rekan mendaftar. Sekolah saya (SDN BAreng 1) juga sudah mendaftar. Karena kegiatan ini sangat bermanfaat untuk sarana promosi sekolah dan belajar membuat berita di media sosial.,” tutupnya. (bes/)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana