KABUPATEN - Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr Aries Agung Paewai SSTP MM me-launching layanan DT Mart PLUSK (Pusat Layanan Usaha dan Kerja) pada Rabu (25/9).
Acara yang digelar di SMAN 1 Gondanglegi (SMANGGI) itu diikuti 11 sekolah se-Kabupaten Malang yang mengikuti program Double Track (DT).
Kegiatan itu jadi kerja sama Dispenprov Jatim dengan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya dan SMA negeri di Kabupaten Malang.
Mengangkat tema Level Up Double Track ”Usaha dengan Giat, Transaksi Meningkat,” tujuan dari acara tersebut adalah unjuk gigi hasil karya siswa SMA double track di Kabupaten Malang.
Sekaligus mengevaluasi program yang sudah berjalan hampir dua tahun di SMANGGI.
Hadir dalam acara tersebut Ketua Tim Penyelenggara Double Track Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya Drs M. Zainul Asrori MSi, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Kabupaten Malang Dr Dra Ema Sumiarti MSi, Camat Gondanglegi, Ketua MKKS SMA Negeri, SMK Negeri, dan rekanan industri dari SMA double track.
”Sekolah harus bisa memaksimalkan progam ini dengan terus mengajak dan berinovasi untuk memunculkan produk unggulan dari daerahnya masing-masing” jelas Aries.
Sementara Kepala Cabdindik Wilayah Kabupaten Malang Dr Dra Ema Sumiarti MSi berharap semoga sinergi ke depan bisa ditingkatkan dengan program SMA Double Track.
”Dengan sertifikat uji kompetensi digital skill dan keterampilan berbahasa asing yang disupport oleh ITS,” harapnya.
Dilanjutkan launching DT Mart dengan layanan DT Finansial bekerja sama dengan Bank Mandiri dan DT PLUSK.
Kepala SMANGGI Ernawati SPd menambahkan, program yang dijalan memang masih dua tahun.
”Ketertinggalan tersebut bisa kami kejar dengan layanan DT Mart, DT Finansial dan DT PLUSK. Sekolah kami memiliki 3 proem DT tata boga, tata rias dan design grafis,” tutupnya. (bes/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana