RADAR MALANG – Mantan pemain tim nasional sepak bola Indonesia, Irfan Raditya, resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Deli Serdang di Pancur Batu, Sumatera Utara.
Irfan, yang dikenal sebagai bek tangguh di masa jayanya, terlibat dalam dugaan korupsi proyek rehabilitasi di Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara.
Irfan Raditya Terseret Kasus Korupsi Senilai Rp795 Juta
Baca Juga: Kejaksaan RI Selamatkan Ratusan Triliun Hasil Korupsi Lewat Single Prosecution System
Penetapan tersangka ini dilakukan setelah pihak penyidik mengumpulkan berbagai bukti kuat terkait penyalahgunaan anggaran yang melibatkan Irfan.
Mantan pemain Arema Malang ini diduga terlibat dalam penggelapan dana sebesar Rp795 juta yang dialokasikan untuk pembangunan gapura Kampus IV Tuntungan, UIN Sumatera Utara.
Menurut Yus Iman Mawardin Harefa, Kepala Cabjari Pancur Batu Deli Serdang, Irfan ditetapkan sebagai tersangka setelah proses penyidikan mendalam.
"Hari ini kita tetapkan IR, mantan pemain timnas, sebagai tersangka. Kami bekerja sama dengan tim intelijen Kejari Tangerang Selatan untuk mengamankan tersangka di Jakarta," ujarnya, dilansir dari Antara.
Mangkir 10 Kali, Irfan Raditya Dijemput Paksa
Pria berusia 36 tahun ini dijemput paksa setelah mangkir dari panggilan resmi sebanyak 10 kali.
"Sebelumnya, tersangka IR telah dipanggil secara resmi sebanyak 10 kali, namun tidak pernah menghadiri. Oleh karena itu, kami melakukan penjemputan paksa," jelas Yus Iman Mawardin Harefa.
Irfan Raditya akhirnya ditangkap di Tangerang, Banten, setelah beberapa kali mengabaikan panggilan dari kejaksaan.
Karier Sepak Bola Irfan Raditya: Dari Persiraja Banda Aceh hingga Timnas Indonesia
Irfan Raditya memulai karier sepak bolanya di Persiraja Banda Aceh dan sempat membela Arema Malang pada tahun 2009.
Selama tiga musim, ia memperkuat skuad Singo Edan sebelum akhirnya gantung sepatu pada tahun 2019.
Sebagai bek yang pernah membela tim nasional Indonesia, Irfan juga bermain di Piala AFF 2005 yang diselenggarakan di Palembang.
Meski karier sepak bolanya gemilang, kini ia harus menghadapi proses hukum atas dugaan keterlibatannya dalam kasus korupsi yang merugikan negara. (Dwi Jaya Saputra)
Editor : Aditya Novrian