Radar Malang - Bahlil Lahadalia, Resmi menjadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam kabinet presiden Prabowo-Gibran.
Pria kelahiran Banda, Maluku Tengah, pada 7 Agustus 1976 ini memiliki perjalanan karier yang sangat dinamis.
Sebelum terjun ke dunia politik, Bahlil dikenal sebagai pengusaha sukses. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan telah mengembangkan bisnis di berbagai sektor.
Baca Juga: Berawal dari Medali Emas Olimpiade, Taufik Hidayat Resmi Diangkat Menjadi Wakil Menpora
Karier politik Bahlil mulai bersinar saat ia dipercaya sebagai Menteri Investasi di Kabinet Indonesia Maju pada 2021.
Ia terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar secara aklamasi pada Agustus 2024.
Sebelum ia dilantik menjadi menteri, tepat pada 16 Oktober 2024, ia resmi meraih gelar doktor dalam bidang Kajian Stratejik dan Global dari Universitas Indonesia (UI), dengan predikat cumlaude.
Namun, pencapaian ini tak berjalan mulus.
Publik mempertanyakan bagaimana ia mampu menyelesaikan program doktoral hanya dalam waktu 1 tahun 8 bulan, jauh lebih cepat dari standar program doktor yang biasanya memakan waktu lebih dari tiga tahun.
di balik kesuksesannya, Bahlil juga dikenal sebagai sosok yang kontroversial.
Salah satu pernyataan yang cukup menyulut perhatian adalah saat ia menyebut tentang "Raja Jawa" dalam pidatonya sebagai Ketua Umum Golkar.
Meskipun tidak menjelaskan siapa yang dimaksud, banyak spekulasi muncul di kalangan politikus dan publik, membuat pernyataannya menjadi bahan perbincangan.
Tak hanya soal pidato, kiprah Bahlil di bidang investasi juga pernah diwarnai isu sensitif.
Saat menjabat sebagai Menteri Investasi, ia dituding melakukan jual-beli izin tambang.
Salah satu kasus yang mencuat adalah dugaan tebang pilih dalam pencabutan izin usaha tambang di Sulawesi Tenggara, di mana tambang nikel milik perusahaan yang terkait dengan Bahlil tidak ditutup meski telah lama tak beroperasi.
Di luar kontroversi, Bahlil terus mengukuhkan posisinya baik di dunia bisnis, politik, maupun akademik.
Dengan predikat cumlaude dari UI, ia kini semakin menunjukkan citra sebagai sosok yang multi-talenta.
Banyak yang percaya, Bahlil akan terus mengukir kiprah politiknya di tingkat nasional, meski jalan yang dilaluinya tak selalu mulus dan penuh tantangan.
Baca Juga: Cedera, Johan Ahmad Farizi Bek Senior Arema FC Harus Menepi Tiga Hari
Kini, dengan berbagai pencapaian dan kritik yang menyertainya, Bahlil dipercaya untuk mengemban amanah di kabinet Prabowo-Gibran sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, posisi strategis yang akan menjadi batu ujian bagi karier politiknya di masa mendatang. (Salma Audrie)
Editor : Aditya Novrian