Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Israel Melanjutkan Operasi Militer di Iran, Ledakan Dengar di Sekitar Tehran dan Karaj

Aditya Novrian • Sabtu, 26 Oktober 2024 | 23:50 WIB
Ilustrasi Serangan Israel ke Iran (pinterest Media Faktual Indonesia)
Ilustrasi Serangan Israel ke Iran (pinterest Media Faktual Indonesia)

RADAR MALANG-Ketegangan antara Israel dan Iran kembali meningkat setelah Israel meluncurkan serangkaian serangan udara yang diklaim sebagai "serangan presisi" terhadap target-target militer di Iran.

Operasi ini dimulai pada tanggal 26 Oktober 2024, dan ledakan besar terdengar di sekitar ibu kota Iran, Tehran, serta kota Karaj.

Konflik ini merupakan bagian dari eskalasi yang lebih luas setelah Iran meluncurkan hampir 200 rudal balistik ke Israel pada tanggal 1 Oktober 2024. Meskipun banyak dari rudal tersebut berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Israel, beberapa berhasil mencapai target, termasuk pangkalan udara Nevatim.

Serangan tersebut memicu reaksi keras dari Israel, yang mengklaim bahwa mereka memiliki hak untuk mempertahankan diri terhadap serangan yang terus-menerus dari rezim Iran.

Dalam pernyataan resmi, Angkatan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan bahwa operasi ini adalah respons terhadap "bulan-bulan serangan yang berkelanjutan" dari Iran.

Ledakan yang terdengar di Tehran dan Karaj dilaporkan sebagai hasil dari serangan terhadap instalasi militer, meskipun media Iran mengklaim bahwa suara ledakan tersebut berasal dari sistem pertahanan udara yang diaktifkan untuk menangkal serangan.

Laporan awal menunjukkan bahwa beberapa lokasi militer di sekitar Tehran dan Karaj menjadi sasaran serangan. IDF menegaskan bahwa mereka akan melanjutkan operasi ini dalam beberapa tahap, dan penilaian kerusakan sedang dilakukan.

Sementara itu, pihak berwenang Iran mengklaim bahwa aktivitas di bandara internasional Imam Khomeini dan lokasi penting lainnya tetap normal meskipun terjadi ledakan.

Pemerintah AS telah diberitahu sebelumnya mengenai serangan ini, tetapi menegaskan bahwa tidak ada personel atau aset AS yang terlibat.

Sekretaris Negara Antony Blinken baru-baru ini melakukan kunjungan cepat ke Israel dan Arab Saudi untuk membahas upaya meredakan ketegangan di kawasan tersebut. Meskipun mendukung hak Israel untuk membela diri, AS juga berusaha mencegah konflik ini meluas menjadi perang regional.

Serangan ini berpotensi membawa Timur Tengah lebih dekat ke konflik berskala besar. Dengan kedua negara saling menyerang, kekhawatiran akan keterlibatan negara-negara lain di kawasan ini semakin meningkat.

Analis memperingatkan bahwa tindakan balasan dari Iran mungkin akan segera terjadi, mengingat pernyataan pejabat tinggi Iran yang menyatakan bahwa mereka akan memberikan respons militer terhadap setiap agresi. (Adrian Irfan Pratama)

Editor : Aditya Novrian
#ledakan #perang #operasi militer #iran #Israel