Radar Malang - Setelah hampir 30 tahun menjadi wacana, proyek ambisius tanggul laut raksasa atau “Giant Sea Wall” di pantai utara Pulau Jawa kini diangkat kembali dalam agenda Presiden Prabowo Subianto.
Proyek ini rencananya membentang dari Banten hingga Jawa Timur untuk mengatasi risiko tenggelamnya wilayah pesisir akibat kenaikan permukaan laut dan penurunan muka tanah yang signifikan, terutama di Jakarta.
Hashim Djojohadikusumo, adik Prabowo, menegaskan bahwa inisiatif ini sebenarnya telah dipertimbangkan sejak 1994.
Baca Juga: Prabowo Janjikan Tambahan Gaji Rp2 Juta untuk Guru, Begini Penjelasan Mendikdasmen
“Program ini program lama, sudah dihitung sejak tahun 1994, berarti sudah 30 tahun, tapi belum jalan,” ungkapnya pada Kamis, 31 Oktober di Jakarta.
Kini, pemerintahan Prabowo berkomitmen mempercepat pembangunan proyek raksasa ini, yang diproyeksikan memakan waktu hingga 20 tahun dan membutuhkan kolaborasi lintas pemerintahan.
Dalam paparan terpisah, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyatakan bahwa pemerintah memandang proyek ini sebagai prioritas utama untuk melindungi masyarakat pesisir dari ancaman abrasi dan banjir.
Baca Juga: Prabowo Lakukan Kunjungan ke Luar Negeri, Gibran Ambil Kendali Sementara Pemerintahan RI Pekan Depan
Wilayah pesisir utara Jakarta mulai dari Tangerang hingga Bekasi yang tanahnya terus menurun akibat urbanisasi masif menjadi perhatian utama.
Selain melindungi wilayah pesisir, proyek ini diharapkan membawa dampak ekonomi jangka panjang.
AHY menyebutkan bahwa pembangunan tanggul laut raksasa ini, jika direncanakan dengan matang, memiliki potensi besar untuk meningkatkan perekonomian.
Di berbagai negara yang telah sukses membangun tanggul serupa, hasilnya juga turut memajukan perekonomian.
Baca Juga: Anggaran HAM Rp20 Triliun, Ambisi Menteri Pigai yang Dianggap Berlebihan oleh DPR
Proyek Giant Sea Wall ini dianggap mendesak mengingat dampaknya terhadap lebih dari 50% Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang berasal dari Pulau Jawa.
Presiden Prabowo menekankan pentingnya proyek ini saat berbicara dalam Seminar Nasional Pembangunan Tanggul Laut di Jakarta, Januari lalu.
"Pulau Jawa adalah tulang punggung ekonomi nasional, sementara di sisi lain masyarakat pesisir kita masih terjebak dalam kondisi memprihatinkan akibat banjir" jelas Prabowo.
Meski tantangannya besar, Prabowo dan timnya tampak optimistis untuk menjadikan proyek ini sebagai warisan jangka panjang bagi Indonesia demi kesejahteraan dan ketahanan ekonomi. (rie)
Editor : Aditya Novrian