Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Vokalis Radiohead, Thom Yorke, Tinggalkan Panggung Setelah Diteriaki Pendukung Palestina

Aditya Novrian • Senin, 4 November 2024 | 02:38 WIB
Potret Foto Thom Yorke (sumber: pinterest)
Potret Foto Thom Yorke (sumber: pinterest)

RADAR MALANG-Vokalis Radiohead, Thom Yorke, baru-baru ini mengalami momen kontroversial saat konser solonya di Melbourne, Australia, pada 30 Oktober 2024.

Insiden ini terjadi ketika seorang penonton pro-Palestina meneriaki Yorke mengenai sikapnya yang dianggap acuh terhadap konflik yang sedang berlangsung di Gaza.

Teriakan tersebut menyoroti ketegangan yang ada seputar isu Palestina, yang telah menjadi topik hangat di kalangan publik dan artis.

Kejadian tersebut terekam dalam video yang kemudian viral di media sosial. Dalam video itu, seorang pria meneriakkan kritik keras kepada Yorke, menekankan jumlah korban tewas di Gaza yang dilaporkan telah mencapai lebih dari 43.000 jiwa akibat serangan Israel.

Menanggapi teriakan tersebut, Yorke mengundang pria itu untuk naik ke atas panggung dan berbicara langsung kepadanya. "Naik ke atas panggung. Jangan berdiri di sana seperti pengecut, kemarilah dan katakan," ujar Yorke, menunjukkan ketidakpuasannya terhadap cara penonton tersebut menyampaikan pendapatnya.

Setelah beberapa interaksi yang tegang, Yorke mengungkapkan kekecewaannya dengan berkata, "Kamu ingin merusak malam semua orang? Baiklah, kamu berhasil. Sampai jumpa nanti."

Ia kemudian melepaskan gitarnya dan meninggalkan panggung sejenak. Namun, setelah merenung sejenak dan mempertimbangkan penonton lainnya, ia memutuskan untuk kembali dan menyanyikan lagu ikonik Radiohead, "Karma Police," sebagai penutup konser.

Insiden ini bukanlah yang pertama bagi Yorke terkait kritik atas sikap politiknya. Pada tahun 2017, Radiohead juga menghadapi protes serupa ketika mereka memutuskan untuk tampil di Israel meskipun ada ketegangan politik yang tinggi di wilayah tersebut.

Saat itu, Yorke menegaskan bahwa tampil di suatu negara tidak berarti mendukung pemerintahnya. Ia berpendapat bahwa musik harus menjadi medium universal yang melampaui batasan politik.

Kritik terhadap Yorke juga datang dari berbagai kalangan aktivis pro-Palestina yang merasa bahwa para seniman memiliki tanggung jawab untuk bersuara mengenai isu-isu kemanusiaan.

Meskipun demikian, Yorke dan rekan bandnya, Jonny Greenwood, berusaha menjelaskan bahwa pilihan mereka untuk tampil tidak mencerminkan dukungan terhadap kebijakan pemerintah mana pun.

Setelah insiden tersebut, Thom Yorke dijadwalkan melanjutkan tur konser solonya di Sydney Opera House pada awal November mendatang.

Meskipun menghadapi tekanan dari berbagai pihak, ia tetap berkomitmen untuk melanjutkan penampilannya dan menyampaikan pesan melalui musiknya. (Adrian Irfan Pratama)

Editor : Aditya Novrian
#radiohead #konser #thom yorke #melbourne #tour #Israel #Palestina