Malang - Penonton film horor terbaru, Danyang: Mahar Tukar Nyawa, histeris ketika pemeran utama, Bhisma Mulia (Galang) dan Kukuh Prasetya (Wiro), memasuki Studio 2 XXI Cinema di Transmart MX Mall Kota Malang pada Jumat (8/11).
Kedatangan mereka merupakan bagian dari Cinema Visit, yang bertujuan menyapa penonton sekaligus memberikan apresiasi kepada para penggemar yang telah mendukung film ini sejak awal penayangannya sehari sebelumnya.
Setelah memberikan ucapan terima kasih, Bhisma dan Kukuh meluangkan waktu untuk berfoto bersama penonton dan membuat video pendek sebagai kenang-kenangan.
"Ini kota kedua, kemarin kita di Surabaya. Dan aku seneng banget pas nonton, kita sempat masuk kan, dengerin reaksi orang-orang, itu yang bikin kita makin semangat," ujar Bhisma kepada awak media.
Bhisma juga menjelaskan bahwa rangkaian Cinema Visit ini akan berlanjut di Jawa Timur dengan dua kota lagi, yaitu Batu dan Mojokerto.
"Setelah Malang, kita akan lanjut ke Batu, lalu ke Mojokerto. Jawa Timur memang spesial dengan empat kota," tambahnya.
Nova Lia, salah seorang penonton yang turut hadir, menyampaikan pengalamannya setelah menonton film horor ini.
"Penasaran banget sama film horor Indonesia… ngeri, gregetan, deg-degan. Jadi tahu soal pesugihan. Penonton film Indonesia makin maju dan tambah bagus, realistik, enggak berlebihan. Sangat berkesan, apalagi bisa foto bareng," katanya.
Bhisma pun berharap film ini dapat dinikmati oleh berbagai kalangan.
Menurutnya, Danyang: Mahar Tukar Nyawa tidak hanya menyajikan horor, tetapi juga menghadirkan unsur drama keluarga, komedi, dan kisah percintaan.
“Tadi teman-teman lihat ada dramanya, drama keluarga, komedi juga yang bikin banyak yang ketawa. Kami senang banget. Ada romansa yang terasa, harapan kami semua penonton bisa ikut menikmati dengan nyaman,” ungkap Bhisma.
Film Danyang: Mahar Tukar Nyawa, produksi Castel Film Production, berkisah tentang Galang (Bhisma Mulia), seorang pemuda yang rela melakukan pesugihan demi bisa menikahi kekasihnya, Resti (Sahila Hisyam), meskipun hubungan mereka tidak direstui oleh keluarga.
Dengan bantuan dukun Ki Randu (Egi Fedly), Galang membuat perjanjian dengan Danyang, roh penunggu yang mampu mengabulkan permintaannya asalkan ia bersedia menyerahkan nyawa sebagai tumbal.
Ketegangan muncul ketika Resti mulai terancam oleh kutukan Danyang, sementara ibunya, Dasmi (Wulan Guritno), berusaha keras melindungi sang anak.
Film ini bukan hanya menyajikan ketegangan horor, tetapi juga menggambarkan pengorbanan dan cinta seorang ibu dalam konflik antara cinta, harapan, dan keputusasaan.(mon/fin)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana