Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pasar Oro-Oro Dowo, Sentra Kuliner Kota Malang yang Penuh Sejarah

Aditya Novrian • Rabu, 27 November 2024 | 01:30 WIB

Potret Pasar Oro-Oro Dowo (Dokumentasi Google Maps).
Potret Pasar Oro-Oro Dowo (Dokumentasi Google Maps).

RADAR MALANG - Pasar Oro-Oro Dowo berdiri tegak sebagai saksi bisu perjalanan sejarah Kota Malang. 

Didirikan pada tahun 1932 di masa kolonial Belanda, pasar seluas 3.400 meter persegi ini lebih dari sekadar tempat transaksi, melainkan ruang hidup yang menyimpan kenangan dan kisah generasi.

Bangunan kolonial yang masih terjaga menjadi karakteristik unik pasar ini. Arsitektur lawas yang sengaja dipertahankan bahkan setelah revitalisasi membawa pengunjung dalam perjalanan waktu. 

251 pedagang tersebar di 71 kios dan 180 los menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat dan kuliner.

Baca Juga: Surga Kuliner Tradisional, Pasar Oro-Oro Dowo Malang

Pada tahun 2015, Pasar Oro-Oro Dowo menjadi pasar pertama di Kota Malang yang direvitalisasi. Proses revitalisasi tidak sekadar memperbarui infrastruktur, tetapi juga mentransformasi pengalaman berbelanja. 

Fasilitas seperti ruang ibu menyusui, rest area, dan sistem belanja daring melalui aplikasi e-Pasar Malang. Hal ini membuktikan bahwa pasar tradisional dapat berdampingan dengan teknologi.

Kebersihan menjadi keunggulan lain yang membedakan pasar ini. 

Dibandingkan pasar tradisional lainnya, Oro-Oro Dowo tampil bersih dan terorganisir, menciptakan lingkungan belanja yang nyaman dan sehat. 

Baca Juga: Berkeliling Pasar Klojen: 5 Makanan dan Jajanan yang Wajib Dicoba

Para pedagang dan pengelola secara konsisten menjaga standar kebersihan, menjadikan pasar ini destinasi belanja yang menarik.

Berlokasi di Jalan Guntur No.20, Kecamatan Klojen, pasar ini beroperasi dari pukul 07.00 hingga 17.00 WIB. 

Ragam barang dagangan mulai dari sembako, perlengkapan rumah tangga, ikan, daging, sayur-mayur, hingga buah-buahan tersedia dengan lengkap.

Bagi wisatawan, pasar ini memiliki daya tarik nostalgia tersendiri. 

Mereka dapat melihat jejak sejarah kolonial yang masih terpelihara dengan baik, sekaligus menikmati dinamika kehidupan lokal yang autentik. (Mahija)

Editor : Aditya Novrian
#sejarah #destinasi wisata kuliner malang #pasar oro oro dowo malang