Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Calon-Calon Jokowi Unggul di Berbagai Daerah, Megawati Soroti Netralitas Aparatur Negara dalam Pilkada

Aditya Novrian • Kamis, 28 November 2024 | 17:15 WIB

Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, saat menyampaikan pernyataan sikap partainya (Youtube PDI Perjuangan)
Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, saat menyampaikan pernyataan sikap partainya (Youtube PDI Perjuangan)

RADAR MALANG - Ketua umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menegaskan sikap partainya setelah pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 yang digelar kemarin (27/11).

Pagelaran pesta demokrasi ini menghasilkan sejumlah kejutan untuk PDI Perjuangan. Megawati menilai bahwa kedaulatan rakyat untuk menentukan masa depan telah dicederai. 

Hasil quick count dari berbagai lembaga menunjukkan bahwa calon-calon yang didukung oleh Jokowi berhasil unggul di sejumlah daerah.

Baca Juga: Quick Count Pilkada Malang 2024, Ini Kecamatan dengan Pemilih Tertinggi untuk Pasangan Calon Walikota Nomor 1

Di Jawa Timur, Khofifah-Emil berhasil mengalahkan Risma-Gus Hans dan Luluk-Lukman dengan selisih tebal. Sementara itu, di Jawa Tengah Lutfi-Taj Yasin mengungguli Andika-Hendi yang diusung PDI Perjuangan. 

Tidak terlalu mengejutkan, Bobby Nasution, menantu Jokowi, keluar sebagai pemenang di Sumatera Utara.

Di Banten, Andra Soni-Dimyati Natakusumah menyingkirkan Airin-Ade dari kursi Gubernur Banten. 

Kekalahan yang menjadi perhatian khusus Megawati adalah Jawa Tengah. Pasalnya, provinsi ini sudah sejak lama disebut-sebut sebagai kandang banteng. 

Menurut Megawati, hal ini tidak mungkin terjadi jika Pilkada dilangsungkan dengan jujur dan berkeadilan. 

“Jawa Tengah adalah tempat persemaian nasionalisme dan patriotisme. Energi kader kami seharusnya tidak terkalahkan dalam Pilkada yang adil,” ujarnya dalam pertanyaan sikap PDI Perjuangan.

Baca Juga: Pilkada 2024, PDI Perjuangan Rangkul Empat Parpol di Kabupaten Malang

Megawati kemudian menyoroti adanya indikasi penyalahgunaan sumber daya negara, termasuk netralitas aparatur negara dan kepolisian. Menurutnya, dua elemen ini telah dimobilisasi untuk kepentingan politik.

Megawati menyebut bahwa praktik ini adalah ancaman nyata bagi demokrasi Indonesia.

 

Presiden kelima Republik Indonesia itu menyerukan kepada kader PDI Perjuangan dan masyarakat untuk tetap siaga. Ia meminta agar setiap indikasi praktik politik uang dan intimidasi oleh aparatur negara didokumentasikan dengan baik.

“Jangan pernah takut menyuarakan kebenaran. Pilkada harus berada dalam koridor hukum, meskipun hukum serin dibuat jauh dari keadilan,” pungkasnya. (Mahija)

Editor : Aditya Novrian
#Pilkada Serentak 2024 #PDI Perjuangan (PDIP) #megawati #Pilkada Jateng 2024