Radar Malang - Akhir-akhir ini For Your Page (FYP) di TikTok seperti membawa kalangan muda kembali ke masa lalu. Cukup banyak influencer Amerika yang mengunggah kembali video mereka pada zaman Covid-19.
Hal ini disebabkan TikTok akan diblokir di Amerika.
TikTok merupakan salah satu media sosial yang populer di kalangan anak muda. Tak heran jika diblokirnya TikTok di Amerika menimbulkan rasa sedih bagi mereka.
Dikarenakan TikTok akan diblokir di Amerika, influencer beramai-ramai menggunggah kembali video lama mereka. Tak hanya menggungah video lama, adapun mereka membuat ulang video dengan musik yang popular di masa lalu.
Mulai dari influencer terkenal, Charlie D’amelio, Noah Beck, Black Grey, dan lain-lain, ikut mengunggah kembali video tren yang sudah lama.
Terdapat beberapa aspek yang membuat kalangan muda merasa kembali pada masa lalu.
Salah satunya dari aspek kualitas video. Video TikTok pada masa lalu memiliki ciri khas adanya efek kilauan yang biasanya disebut bling effect. Pada saat itu, efek kilau ini sangat popular dan dinilai aesthetic.
Dari aspek konten, konten menari sangat mendominasi. Tarian yang mudah diikuti dan musik yang pas membuat anak muda tertarik untuk menirukannya. Tak segan mereka menggunggah ke TikTok sebagai sarana ekspresi diri dan hiburan.
Lagu yang iconic menjadi salah satu aspek terbangunnya rasa kembali ke masa lalu. Beberapa lagu iconic TikTok pada tahun 2019-2021 seperti “Sunday Best”, “Mariposa”, “Say So,” dan masih banyak lagi.
Kualitas video, konten menari, dan lagu lah yang membawa kalangan muda terasa kembali pada masa lalu.
Terdapat banyak komentar seperti 'finishing how we started ????,' yang berarti 'menyelesaikan apa yang kita mulai.' Adapun komentar dari Indonesia, akun @akiraacheesee menulis, “KANGEN ERA INII PLSSCC”.
Dengan diunggah kembalinya video lama atau video dengan tren lama, kalangan anak muda menjadi bernostalgia. Video tersebut berarti bagi mereka yang di mana telah menemani mereka pada era Covid-19.
Selain itu, Influencer mengunggah video lama sebagai kenangan sebelum TikTok diblokir di Amerika.(Raisya)
Editor : Aditya Novrian